Banyak Rumah Makan Belum Miliki Standar Kesehatan

Senin, 12 Mei 2014 Reporter: Hendi Kusuma Editor: Dunih 5500

bakso celeng istimewa tribunnews

(Foto: doc)

Maraknya perkembangan usaha kuliner di Jakarta Barat, ternyata tidak dibarengi dengan standar mutu kesehatan. Ini jelas merugikan konsumen yang butuh kejelasan terkait kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan, mengingat baru-baru ini kembali terbongkar kasus bakso celeng di warung Sutiman Wasis Utomo (45), di kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kasus bakso celeng yang tengah marak, menggambarkan masyarakat dirugikan secara kesehatan. Harusnya rumah makan dan restoran memiliki standar kesehatan layak

"Kasus bakso celeng yang tengah marak, menggambarkan masyarakat dirugikan secara kesehatan. Harusnya rumah makan dan restoran memiliki standar kesehatan layak," ujar Irma Riani, Kasie Pengendali Masalah (PM) Kesehatan Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Senin (12/5).

Menurut Irma, rumah makan dan restoran hendaknya tidak hanya mencari keuntungan semata. Tapi juga harus memiliki standar kesehatan yang layak, sehingga konsumen tidak dirugikan. Padahal, ada beberapa indikator rumah makan yang dianggap sehat di antarnya kebersihan rumah makan dan restoran, saluran pembuangan sisa makanan, bahan pengawet makanan yang digunakan, dan terakhir sterilisasi para karyawan.

Lebih Lanjut Irma mengatakan, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan 8 puskesmas kecamatan dan 56 puskesmas kelurahan di Jakarta Barat untuk melakukan uji sampel dan penelitian (uji petik) kepada rumah makan dan restoran terkait kualitas bahan makanan yang disajikan pada konsumen.

"Saat ini kita sedang lakukan uji petik untuk melihat kualitas bahan-bahan makanan yang disajikan, apakah memiliki standar kesehatan atau tidak," ucap Irma.

Diakui Irma, saat ini banyak rumah makan dan restoran yang belum memiliki standar kesehatan sehingga perlu dibuat standar kesehatan atau sertifikasi. Diharapkan dengan diberlakukan hal itu, rumah makan dan restoran akan lebih memperhatikan lagi kesehatan makanan yang akan disajikan pada konsumen.

"Nantinya restoran dan rumah makan yang ada di Jakarta Barat akan dibuatkan sertifikasi kesehatan secara gratis, jika lolos dari uji sampel yang dilakukan oleh pihak kami," jelasnya.

   

Sementara berdasarkan data Sudin Pelayanan Pajak 1 Jakarta Barat, yang dikutip pihaknya, saat ini ada 809 restoran di wilayah Jakarta Barat. Tapi, sebagian  belum memiliki sertifikasi standar kesehatan.

"Sanksi kita baru berupa admistratif, tapi kita tetap harapkan ada niat baik dari pemilik restoran untuk berubah," harapnya.

BERITA TERKAIT
Pemkot Jakbar Grebek Pedagang Bakso Celeng di Tambora

Basuki Minta Warga Ikut Awasi Peredaran Celeng

Selasa, 06 Mei 2014 3599

bakso celeng beritajakarta

Penjual Bakso Daging Celeng di Tambora Diamankan

Senin, 05 Mei 2014 8191

daging_celeng_bayu.jpg

Polisi Sita 164 Kilogram Daging Celeng

Jumat, 10 Januari 2014 4885

jokowi ntt daging

NTT Bakal Pasok Daging ke Jakarta

Selasa, 29 April 2014 5231

 25 Pelaku IKM di Jaktim Diberi Pelatihan

25 Pelaku IKM di Jaktim Diberi Pelatihan

Rabu, 07 Mei 2014 4108

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7029

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4629

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2145

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1311

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1741

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks