Harga Sayur Mayur Mulai Naik

Kamis, 26 November 2015 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Lopi Kasim 6667

 Mendekati Akhir, Harga Sayuran di Pasar Jakut Mulai Merangkak Naik

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Jelang Natal dan tahun baru, harga sayur mayur dan beberapa kebutuhan pokok lainnya di beberapa pasar tradisional di Jakarta Utara merangkak naik.

Naiknya harga biasa tiap jelang akhir tahun mendekati Natal dan tahun baru

Pantauan Beritajakarta.com, di Pasar Koja Baru, Jalan Bhayangkara, Koja, Jakarta Utara dan di Pasar Waru, Jalan Pelabuhan, harga sabe rawit merah dan cabe merah keriting dari sebelumnya Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 25.000 per kilogram, bawang merah Rp 18.000 per kilogram menjadi Rp 20.000.

Tomat Rp Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram, sayur cesim Rp 6.000 menjadi Rp 8.000, ketimun Rp 6.000 menjadi Rp 8.000, kangkung satu ikat isi 10 Rp 8.000 menjadi Rp 15.000.

Kemudian, wartel dari harga Rp 7.000 menjadi Rp 12.000, daging ayam broiler ukuran 1 kilogram lebih Rp 35.000 menjadi Rp 43.000, telur ayam negeri Rp 20.000 per kilogram  menjadi Rp 22.000 per kilogram.

Darti (43), pedagang sayuran di Pasar Koja mengatakan, naiknya harga-harga sayur mayur mulai terjadi sejak dua minggu lalu secara bertahap.

"Naiknya harga biasa tiap jelang akhir tahun mendekati Natal dan tahun baru. Naiknya secara bertahap dari sejak kira-kira sejak 2 minggu lalu. Tapi, harga saat ini sudah bertahan sejak seminggu yang lalu," ujar Darti, Kamis (26/11).

Menurut Darti, salah satu faktornya penyebab naiknya harga tersebut dari hujan yang sudah mulai turun. "Tapi untuk stok barang sampai saat ini masih lancar dan banyak di Pasar Induk, Kramatjati," tuturnya.

 

Kasudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara, Robinhod Sinaga mengatakan, pihaknya hanya melakukan tugas monitoring harga pasar.

"Memang sudah ada sebagian kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga seperti sayuran dan bumbu masak. Biasanya kenaikan harga itu terjadi jelang akhir tahun. Tapi, secara keseluruhan untuk stok masih stabil," tandas Robinhod.

BERITA TERKAIT
Pedagang di Jakbar Keluhkan Sepinya Pembeli

Pedagang di Jakbar Keluhkan Sepinya Pembeli

Jumat, 28 Agustus 2015 6522

Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

Pertumbuhan Ekonomi DKI Masih Stabil

Selasa, 25 Agustus 2015 5617

Basuki Ingin Harga Daging Sapi di Jakarta Stabil

Gandeng 5 Daerah, Basuki Ingin Harga Daging Sapi Stabil

Jumat, 13 November 2015 3587

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3153

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1832

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 705

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1357

Dwi Rio Sambodo ketua pansus agraria ist

Pansus Reforma Agraria Matangkan Penyerahan Sertifikat Tanah Warga

Sabtu, 19 September 2026 601

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks