Optimalkan Penyerapan Anggaran, 6 Instansi Bentuk Tim Sinergi

Rabu, 25 November 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Budhy Tristanto 9100

Enam Instansi Tandatangani MoU Bentuk Tim Sinergi

(Foto: Reza Hapiz)

Dalam rangka optimalisasi penyerapan anggaran guna meningkatkan percepatan pembangunan di DKI Jakarta, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bersama lima instansi lainnya melakukan penandatanganan nota kesepahaman pembentukan tim sinergi.

Iya saya optimis bisa mengurangi pejabat yang terjerat kasus dengan adanya tim ini

Memorandum of understanding (MoU) pembentukan tim sinergi ini ditandatangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Basuki mengaku, optimis dengan dibentuknya tim ini akan mengurangi kasus di Ibukota. "Iya saya optimis bisa mengurangi pejabat yang terjerat kasus dengan adanya tim ini," kata Basuki, usai penandatanganan MoU, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/11).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, M Adi Toegarisman menambahkan, dengan adanya tim ini diharapkan tidak ada lagi pejabat yang takut dalam melaksanakan anggaran. "Tim ini respon dari gubernur menanggapi situasi pembangunan dan serapan anggaran yang selalu minim," kata Adi.

Adi mengatakan, Kejati DKI Jakarta juga memiliki Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) untuk mengawal pelaksanaan anggaran.

"Ini juga bisa untuk identifikasi jika ada keragu-raguan melaksanakan proyek. Kami juga sudah ada TP4D. Tugasnya pendampingan untuk Pemprov menyelenggarakan proyek dan pembangunan," ucap Adi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian berharap, dengan adanya tim sinergi ini penyerapan anggaran Pemprov DKI bisa lebih maksimal. "Anggaran ini darahnya untuk bisa bangun Jakarta. Selama ini penyerapan anggaran belum maksimal. Kita ingin ikut terlibat dengan gubernur yang ingin perubahan Jakarta," ujar Tito.

Ditambahkan Tito, dibentuknya tim ini merupakan salah satu langkah dari Gubernur Basuki untuk menekan kebocoran anggaran. Namun, lanjut Tito, langkah tersebut mendapatkan banyak resistensi dengan tradisi lama.

"Kami melihat beliau banyak terbentur dan banyak sekali yang resisten dengan tradisi lama. Kami prinsipnya sangat ingin mendukung langkah gubernur terkait efisien anggaran dan bocornya kalau bisa nol," tukas Tito.

Dijelaskan Tito, tim ini akan bekerja mulai dari perencanaan, lelang, hingga eksekusi. Dari Polda Metro Jaya, sambung Tito, setidaknya ada 10 orang yang masuk dalam tim dan segera bekerja untuk pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  2016.

"Polda akan bantu beliau (Basuki) dari perencanaan lelang sampai eksekusi. Supaya teman-teman Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta tak ragu-ragu mengeksekusi anggaran itu," tandas Tito.

BERITA TERKAIT
Djarot Targetkan Perbaikan Sanitasi Buruk Rampung 2016

Perbaikan Sanitasi di DKI Ditargetkan Rampung 2016

Rabu, 25 November 2015 3921

Basuki Instruksikan Kegiatan Sosialisasi Masuk ke Smart City

Kegiatan Sosialisasi SKPD Melalui Smart City

Rabu, 25 November 2015 4325

Saefullah Buka Sosialiasi Penerangan Hukum Peran TP4D

TP4D Harus Dorong Penyerapan Anggaran

Rabu, 25 November 2015 4661

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7131

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4820

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2029

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2499

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1087

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks