Optimalkan Penyerapan Anggaran, 6 Instansi Bentuk Tim Sinergi

Rabu, 25 November 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Budhy Tristanto 8846

Enam Instansi Tandatangani MoU Bentuk Tim Sinergi

(Foto: Reza Hapiz)

Dalam rangka optimalisasi penyerapan anggaran guna meningkatkan percepatan pembangunan di DKI Jakarta, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bersama lima instansi lainnya melakukan penandatanganan nota kesepahaman pembentukan tim sinergi.

Iya saya optimis bisa mengurangi pejabat yang terjerat kasus dengan adanya tim ini

Memorandum of understanding (MoU) pembentukan tim sinergi ini ditandatangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Basuki mengaku, optimis dengan dibentuknya tim ini akan mengurangi kasus di Ibukota. "Iya saya optimis bisa mengurangi pejabat yang terjerat kasus dengan adanya tim ini," kata Basuki, usai penandatanganan MoU, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/11).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta, M Adi Toegarisman menambahkan, dengan adanya tim ini diharapkan tidak ada lagi pejabat yang takut dalam melaksanakan anggaran. "Tim ini respon dari gubernur menanggapi situasi pembangunan dan serapan anggaran yang selalu minim," kata Adi.

Adi mengatakan, Kejati DKI Jakarta juga memiliki Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) untuk mengawal pelaksanaan anggaran.

"Ini juga bisa untuk identifikasi jika ada keragu-raguan melaksanakan proyek. Kami juga sudah ada TP4D. Tugasnya pendampingan untuk Pemprov menyelenggarakan proyek dan pembangunan," ucap Adi.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian berharap, dengan adanya tim sinergi ini penyerapan anggaran Pemprov DKI bisa lebih maksimal. "Anggaran ini darahnya untuk bisa bangun Jakarta. Selama ini penyerapan anggaran belum maksimal. Kita ingin ikut terlibat dengan gubernur yang ingin perubahan Jakarta," ujar Tito.

Ditambahkan Tito, dibentuknya tim ini merupakan salah satu langkah dari Gubernur Basuki untuk menekan kebocoran anggaran. Namun, lanjut Tito, langkah tersebut mendapatkan banyak resistensi dengan tradisi lama.

"Kami melihat beliau banyak terbentur dan banyak sekali yang resisten dengan tradisi lama. Kami prinsipnya sangat ingin mendukung langkah gubernur terkait efisien anggaran dan bocornya kalau bisa nol," tukas Tito.

Dijelaskan Tito, tim ini akan bekerja mulai dari perencanaan, lelang, hingga eksekusi. Dari Polda Metro Jaya, sambung Tito, setidaknya ada 10 orang yang masuk dalam tim dan segera bekerja untuk pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)  2016.

"Polda akan bantu beliau (Basuki) dari perencanaan lelang sampai eksekusi. Supaya teman-teman Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta tak ragu-ragu mengeksekusi anggaran itu," tandas Tito.

BERITA TERKAIT
Djarot Targetkan Perbaikan Sanitasi Buruk Rampung 2016

Perbaikan Sanitasi di DKI Ditargetkan Rampung 2016

Rabu, 25 November 2015 3702

Basuki Instruksikan Kegiatan Sosialisasi Masuk ke Smart City

Kegiatan Sosialisasi SKPD Melalui Smart City

Rabu, 25 November 2015 4092

Saefullah Buka Sosialiasi Penerangan Hukum Peran TP4D

TP4D Harus Dorong Penyerapan Anggaran

Rabu, 25 November 2015 4397

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2340

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2354

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1706

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 978

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1755

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks