Sodetan Ciliwung-KBT Rampung 2016

Senin, 12 Oktober 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 8104

Sodetan Ciliwung-KBT Rampung 2016

(Foto: doc)

Pembangunan sodetan Ciliwung-KBT ditargetkan rampung pada tahun 2016 mendatang. Diperkirakan, sodetan akan mampu mengalirkan air dari Ciliwung ke KBT sebesar 60 meter kubik perdetik.

Kalau untuk sodetan tahun depan selesai

Secara teknis, pembangunan sodetan yang menggunakan teknologi Tunneling Boring Machine (TBM) tersebut menggunakan dua saluran pipa bawah tanah untuk menyalurkan air dari Sungai Ciliwung ke KBT. Diperkirakan, teknis pengerjaan membutuhkan waktu 20 bulan pengerjaan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembuatan saluran sodetan menggunakan teknologi dari Jepang serupa dengan pembangunan MRT. Untuk pembangunan sodetan dari wilayah Kelurahan Bidaracina (inlet) hingga ke Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, pihaknya menganggarkan sebesar Rp 492 miliar.

"Pada musim penghujan debit air Ciliwung mencapai 570 meter kubik perdetik. Nantinya kalau sudah rampung akan kita bagi melalui sodetan ke KBT sebanyak 60 meter kubik perdetik," ujarnya, Senin (12/10).

Ditambahkan Basuki, selain sodetan, pihaknya pun tengah mengupayakan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 24,1 kilometer, mulai dari TB Simatupang hingga Manggarai. Nantinya, kali akan dinormalisasi hingga selebar sekitar 50 meter.

Selain itu, Pintu Air Manggarai sudah ditambah dari sebelumnya dua menjadi tiga pintu. Sehingga secara keseluruhan dapat menampung aliran Ciliwung sebesar 510 meter kubik perdetik. Selain itu, Kali Ciliwung Lama pun sudah dinormalisasi sehingga dapat menampung debit air sebesar 70 meter kubik perdetik.

"Secara keseluruhan proyek yang tengah kita kerjakan dapat menghindarkan banjir di Jakarta khususnya sepanjang aliran Ciliwung pada 2018 mendatang. Kalau untuk sodetan tahun depan selesai," ungkapnya.

Sementara itu, Manager Proyek Pelaksana Sodetan Ciliwung-KBT dari PT WIKA, Ismu Sutopo mengatakan, secara teknis, proses pengeboran dua line tersisa sepanjang 600 meter setidaknya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

"Selain itu, untuk pembangunan driving shaft juga dibutuhkan waktu enam bulan, sehingga totalnya untuk pengerjaan teknis saja membutuhkan waktu 10 bulan," katanya.

BERITA TERKAIT
Pembongkaran Bangunan di Bidara Cina Dimulai Akhir Oktober

Pembongkaran Bangunan di Bidara Cina Dimulai Akhir Oktober

Jumat, 02 Oktober 2015 7680

Pembangunan Pipa Terowongan Sodetan Ciliwung-KBT Capai 50 Persen

Pembangunan Pipa Terowongan Sodetan Ciliwung-KBT Capai 50 Persen

Senin, 12 Oktober 2015 5687

 Kali Sodetan Di Pondok Pinang Mengalami Pendangkalan

Sodetan di Pondok Pinang Alami Pendangkalan

Rabu, 30 September 2015 4414

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9239

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3208

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3629

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1924

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1490

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks