Sodetan Ciliwung-KBT Rampung 2016

Senin, 12 Oktober 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Lopi Kasim 8272

Sodetan Ciliwung-KBT Rampung 2016

(Foto: doc)

Pembangunan sodetan Ciliwung-KBT ditargetkan rampung pada tahun 2016 mendatang. Diperkirakan, sodetan akan mampu mengalirkan air dari Ciliwung ke KBT sebesar 60 meter kubik perdetik.

Kalau untuk sodetan tahun depan selesai

Secara teknis, pembangunan sodetan yang menggunakan teknologi Tunneling Boring Machine (TBM) tersebut menggunakan dua saluran pipa bawah tanah untuk menyalurkan air dari Sungai Ciliwung ke KBT. Diperkirakan, teknis pengerjaan membutuhkan waktu 20 bulan pengerjaan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengatakan, pembuatan saluran sodetan menggunakan teknologi dari Jepang serupa dengan pembangunan MRT. Untuk pembangunan sodetan dari wilayah Kelurahan Bidaracina (inlet) hingga ke Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, pihaknya menganggarkan sebesar Rp 492 miliar.

"Pada musim penghujan debit air Ciliwung mencapai 570 meter kubik perdetik. Nantinya kalau sudah rampung akan kita bagi melalui sodetan ke KBT sebanyak 60 meter kubik perdetik," ujarnya, Senin (12/10).

Ditambahkan Basuki, selain sodetan, pihaknya pun tengah mengupayakan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 24,1 kilometer, mulai dari TB Simatupang hingga Manggarai. Nantinya, kali akan dinormalisasi hingga selebar sekitar 50 meter.

Selain itu, Pintu Air Manggarai sudah ditambah dari sebelumnya dua menjadi tiga pintu. Sehingga secara keseluruhan dapat menampung aliran Ciliwung sebesar 510 meter kubik perdetik. Selain itu, Kali Ciliwung Lama pun sudah dinormalisasi sehingga dapat menampung debit air sebesar 70 meter kubik perdetik.

"Secara keseluruhan proyek yang tengah kita kerjakan dapat menghindarkan banjir di Jakarta khususnya sepanjang aliran Ciliwung pada 2018 mendatang. Kalau untuk sodetan tahun depan selesai," ungkapnya.

Sementara itu, Manager Proyek Pelaksana Sodetan Ciliwung-KBT dari PT WIKA, Ismu Sutopo mengatakan, secara teknis, proses pengeboran dua line tersisa sepanjang 600 meter setidaknya membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

"Selain itu, untuk pembangunan driving shaft juga dibutuhkan waktu enam bulan, sehingga totalnya untuk pengerjaan teknis saja membutuhkan waktu 10 bulan," katanya.

BERITA TERKAIT
Pembongkaran Bangunan di Bidara Cina Dimulai Akhir Oktober

Pembongkaran Bangunan di Bidara Cina Dimulai Akhir Oktober

Jumat, 02 Oktober 2015 7927

Pembangunan Pipa Terowongan Sodetan Ciliwung-KBT Capai 50 Persen

Pembangunan Pipa Terowongan Sodetan Ciliwung-KBT Capai 50 Persen

Senin, 12 Oktober 2015 5875

 Kali Sodetan Di Pondok Pinang Mengalami Pendangkalan

Sodetan di Pondok Pinang Alami Pendangkalan

Rabu, 30 September 2015 4545

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7131

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4819

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1997

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2497

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1078

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks