50 Sampel Urine Atlet Jabar Diperiksa di Labkesda DKI

Jumat, 02 Oktober 2015 Reporter: Nurito Editor: Rio Sandiputra 5193

Labkesda DKI Periksa 713 Sampel Makanan Acara Gubernur

(Foto: Nurito)

Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) DKI Jakarta, dipercaya untuk melakukan pemeriksaan sampel urine atlet angkat besi dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Adanya kandungan doping dalam urine atlet, akan menjadi rekomendasi penilaian.

Hasil tes doping ini baru ketahuan minggu depan. Karena setiap 20 sampel, baru diketahui hasilnya 5 hari ke depan

Kepala Labkesda DKI Jakarta, Endra Muryanto mengatakan, tes doping atlet asal Jawa Barat rutin dilakukan di Labkesda DKI setiap akan ada kejuaraan atau turnamen. Tes doping untuk menyeleksi atlet jujur dan berprestasi. Mereka yang tidak menggunakan doping, akan diikutsertakan dalam PON 2016 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat.

"Hasil tes doping ini baru ketahuan minggu depan. Karena setiap 20 sampel, baru diketahui hasilnya 5 hari ke depan," ujar Endra Muryanto, Jumat (2/10).

Menurut Endra, ada 50 sampel urine yang diajukan oleh Persatuan Angkat Besi Indonesia (PABSI). Dan baru diberikan pada Kamis (1/10) kemarin.

Endra mengatakan, pemeriksaan urine terbagi dalam dua jenis. Yakni tes hanya untuk kegiatan pelatihan, hasilnya baru diketahui setelah 5 hari. Kemudian tes urine untuk pertandingan, hasilnya diketahui 10 hari kemudian.

"Karena lebih banyak senyawa yang diperiksanya sehingga butuh waktu lebih lama. Karena yang dikirim dari Bandung saat ini untuk pelatihan maka hasilnya baru diketahui 5 hari," tuturnya.

Sesuai standar internasional, lanjut Endra, sampel urine atlet yang diambil selalu dalam dua botol. Standarnya, setiap pengambilan urine harus 90 mililiter dan langsung dimasukkan ke dalam botol merk Fersafak, produksi Jerman. Untuk botol A berisi 50 mililiter dan botol B 25 mililiter. Selebihnya untuk pemeriksaan di lapangan, untuk mengecek senyawa PH. Di botol A, jika hasilnya positif mengandung doping maka akan disimpan selama 3 bulan.

Biaya tes doping ini sesuai dengan retribusi daerah yang ditetapkan Pemprov DKI. Untuk tes doping pelatihan, setiap sampelnya dikenakan biaya Rp 700 ribu. Sedangkan untuk kompetisi atau pertandingan dikenakan biaya Rp 1,6 juta. "Ya itu, karena lebih banyak senyawa yang diperiksanya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ahok akan ke Korea Selatan Terima Bendera Asian Games

Ahok Ingin Atlet DKI Berjaya di Asian Games 2018

Selasa, 07 Oktober 2014 5462

Djarot Minta Karate Dominasi Asean Games

Karate Diminta Berprestasi di Asian Games

Selasa, 29 September 2015 2508

Raih 21 Emas, DKI Rajai Cabang Renang Popnas XIII

Raih 21 Emas, DKI Rajai Cabang Renang Popnas XIII

Rabu, 16 September 2015 4192

 Pemkab akan Kembangkan Wisata Olahraga Air

Pemkab akan Kembangkan Wisata Olahraga Air

Rabu, 30 September 2015 4952

Terbesar di Indonesia, Labkesda DKI Pusat Pemeriksaan Doping

Labkesda DKI Disiapkan untuk Periksa Atlet Asian Games

Kamis, 01 Oktober 2015 3411

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2875

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1259

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1054

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1196

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 585

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks