50 Sampel Urine Atlet Jabar Diperiksa di Labkesda DKI

Jumat, 02 Oktober 2015 Reporter: Nurito Editor: Rio Sandiputra 5146

Labkesda DKI Periksa 713 Sampel Makanan Acara Gubernur

(Foto: Nurito)

Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) DKI Jakarta, dipercaya untuk melakukan pemeriksaan sampel urine atlet angkat besi dari Provinsi Jawa Barat (Jabar). Adanya kandungan doping dalam urine atlet, akan menjadi rekomendasi penilaian.

Hasil tes doping ini baru ketahuan minggu depan. Karena setiap 20 sampel, baru diketahui hasilnya 5 hari ke depan

Kepala Labkesda DKI Jakarta, Endra Muryanto mengatakan, tes doping atlet asal Jawa Barat rutin dilakukan di Labkesda DKI setiap akan ada kejuaraan atau turnamen. Tes doping untuk menyeleksi atlet jujur dan berprestasi. Mereka yang tidak menggunakan doping, akan diikutsertakan dalam PON 2016 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat.

"Hasil tes doping ini baru ketahuan minggu depan. Karena setiap 20 sampel, baru diketahui hasilnya 5 hari ke depan," ujar Endra Muryanto, Jumat (2/10).

Menurut Endra, ada 50 sampel urine yang diajukan oleh Persatuan Angkat Besi Indonesia (PABSI). Dan baru diberikan pada Kamis (1/10) kemarin.

Endra mengatakan, pemeriksaan urine terbagi dalam dua jenis. Yakni tes hanya untuk kegiatan pelatihan, hasilnya baru diketahui setelah 5 hari. Kemudian tes urine untuk pertandingan, hasilnya diketahui 10 hari kemudian.

"Karena lebih banyak senyawa yang diperiksanya sehingga butuh waktu lebih lama. Karena yang dikirim dari Bandung saat ini untuk pelatihan maka hasilnya baru diketahui 5 hari," tuturnya.

Sesuai standar internasional, lanjut Endra, sampel urine atlet yang diambil selalu dalam dua botol. Standarnya, setiap pengambilan urine harus 90 mililiter dan langsung dimasukkan ke dalam botol merk Fersafak, produksi Jerman. Untuk botol A berisi 50 mililiter dan botol B 25 mililiter. Selebihnya untuk pemeriksaan di lapangan, untuk mengecek senyawa PH. Di botol A, jika hasilnya positif mengandung doping maka akan disimpan selama 3 bulan.

Biaya tes doping ini sesuai dengan retribusi daerah yang ditetapkan Pemprov DKI. Untuk tes doping pelatihan, setiap sampelnya dikenakan biaya Rp 700 ribu. Sedangkan untuk kompetisi atau pertandingan dikenakan biaya Rp 1,6 juta. "Ya itu, karena lebih banyak senyawa yang diperiksanya," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ahok akan ke Korea Selatan Terima Bendera Asian Games

Ahok Ingin Atlet DKI Berjaya di Asian Games 2018

Selasa, 07 Oktober 2014 5398

Djarot Minta Karate Dominasi Asean Games

Karate Diminta Berprestasi di Asian Games

Selasa, 29 September 2015 2482

Raih 21 Emas, DKI Rajai Cabang Renang Popnas XIII

Raih 21 Emas, DKI Rajai Cabang Renang Popnas XIII

Rabu, 16 September 2015 4148

 Pemkab akan Kembangkan Wisata Olahraga Air

Pemkab akan Kembangkan Wisata Olahraga Air

Rabu, 30 September 2015 4915

Terbesar di Indonesia, Labkesda DKI Pusat Pemeriksaan Doping

Labkesda DKI Disiapkan untuk Periksa Atlet Asian Games

Kamis, 01 Oktober 2015 3352

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9248

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3218

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3637

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1933

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1504

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks