DKI Pelajari Penataan Kota dan Transportasi Kota Beijing

Kamis, 24 September 2015 Reporter: Andry Editor: Lopi Kasim 4788

DKI Pelajari Sistem Penataan Kota&Transportasi Kota Beijing

(Foto: Andry)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengadopsi sistem penataan kota dan transportasi Kota Beijing. Pasalnya, kota yang berada di negara Republik Rakyat Tiongkok tersebut dinilai memiliki banyak kesamaan dengan Ibukota Jakarta.

Sistem penataan kota dan transportasi Kota Beijing sangat pas untuk diterapkan di Jakarta


"Sistem penataan kota dan transportasi Kota Beijing sangat pas untuk diterapkan di Jakarta. Karena punya banyak kesamaan‎, termasuk juga perilaku masyarakatnya," kata Sunardi Sinaga, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Perparkiran, Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Kamis (24/9).

‎Dikatakan Sunardi, pada 16-18 September 2015 lalu, Pemprov DKI mengirimkan tim dari Bappeda, PT Transjakarta dan Dishubtrans DKI untuk melakukan studi banding ke Kota Beijing. Selama di kota tersebut, tim yang beranggotakan 14 orang mempelajari sistem penataan kota dan transportasi.

"Konsep pola transportasi makro yang ada di Jakarta, sudah harus dilaksanakan dan konsisten. Karena pola transportasi makro di Kota Beijing, sudah diaplikasikan," tuturnya.

‎Menurut Sunardi, selama studi banding, setidaknya ada tiga hal yang dapat dipelajari dari Kota Beijing. Pertama, pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT), Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT). Kedua, sistem pembatasan lalu lintas melalui Electronic Road Pricing (ERP), law enforment, pengelolaan parkir dan three in one.

‎"Ketiga pengembangan kapasitas jaringan dan jalan. Seperti pelebaran jalan untuk menambah rasio jalan dari luas wilayah, penambahan jalan layang dan melebarkan pedestrian untuk pejalan kaki," ungkapnya.

Berdasarkan studi banding tersebut, lanjut Sunardi, pengembangan kapasitas jaringan dan jalan bisa dilakukan dengan membangun jalan-jalan tembus dari bawah tanah (underground)‎ di Jakarta.

‎"Sebenarnya ada jalan-jalan kita yang bisa dijadikan jalan tembus dari bawah," ucapnya.

Ditambahkan Sunardi, perbandingan rasio jalan dengan luas wilayah di Kota Beijing telah berkisar antara 10-15‎ persen. Sementara, perbandingan rasio jalan dan luas wilayah di ibukota rata-rata masih di bawah 10 persen. Sehingga tak sanggup menampung jumlah kendaraan bermotor yang mencapai puluhan juta unit.

"‎‎Di Jakarta juga perlu ada  rusun sewa murah di tengah kota. Itu untuk masyarakat yang tinggal di luar Jakarta tapi bekerja di kota ini. Rusun itu dapat menjadi solusi untuk mengurangi pergerakan perjalanan kendaraan dari luar kota ke tengah kota," tandasnya.

BERITA TERKAIT
JPO Bundaran HI Jadi Percontohan

JPO Bundaran HI Jadi Percontohan

Rabu, 18 Maret 2015 6051

Basuki Minta Dukungan Warga Atasi Kemacetan di Ibukota

Pemprov DKI Tiru Sistem Transportasi di Chicago

Jumat, 16 Januari 2015 5940

TNI/Polri dan Pemprov DKI Solid Tanggulangi Persoalan Ibukota

Djarot: Penanganan Banjir Harus dengan Teknologi Canggih

Selasa, 17 Februari 2015 5690

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5567

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1500

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1466

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1402

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 398

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks