BPS Catat Tingkat Pengangguran Jakarta Turun pada Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 145

Pekerja jalan kaki jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DKI Jakarta pada Agustus 2026 tercatat sebesar 5,75 persen. Angka ini turun 0,30 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 6,05 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan, penurunan tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah penduduk bekerja di Jakarta pada Agustus 2026 mencapai 5,21 juta orang, meningkat 84 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

"distribusi penduduk bekerja terbesar adalah perdagangan,"

"Lapangan usaha dengan distribusi penduduk bekerja terbesar adalah perdagangan sebesar 22,67 persen atau 1,18 juta orang," ujarnya, saat membacakan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS DKI Jakarta, Kamis (5/11).

Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja di Jakarta pada Agustus 2026 mencapai 5,53 juta orang. Angka tersebut terdiri atas 5,21 juta penduduk bekerja dan 318 ribu pengangguran. Dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja bertambah 72 ribu orang, sedangkan jumlah pengangguran berkurang 12 ribu orang.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jakarta meningkat 0,46 persen poin menjadi 65,21 persen dibandingkan Agustus 2025.

"TPAK merupakan persentase jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja yang menggambarkan tingkat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi di suatu wilayah," imbuhnya.

Dari sisi status pekerjaan, jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal mencapai 3,29 juta orang atau 63,19 persen dari total penduduk bekerja. Meski demikian, proporsi pekerja formal tersebut turun 0,18 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

"Sementara itu, tingkat setengah pengangguran meningkat 0,33 persen poin menjadi 3,55 persen. Tingkat pekerja paruh waktu juga mengalami kenaikan sebesar 2,19 persen poin menjadi 15,54 persen," kata Kadarmanto.

Sementara, berdasarkan wilayah, Kabupaten Kepulauan Seribu mencatat TPT tertinggi di Jakarta, yakni 7,58 persen. Adapun Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan TPT terendah sebesar 4,88 persen.

BERITA TERKAIT
Kepala BPS Jaksel Akhmad Fikri ist

BPS Jaksel Perkuat Literasi Statistik

Jumat, 10 Juli 2026 908

IMG 20260616 WA0056

DPRD dan BPS Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Juni 2026 904

BPS ekonomi jakarta fakhri

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III

Kamis, 05 November 2026 251

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 22677

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7346

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5010

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3732

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 1830

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks