Rabu, 04 November 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 79
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 30 tenaga lini lapangan yang terdiri dari kader dan pengelola RPTRA mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting Semester II Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu.
"Intervensi keluarga secara terpadu"
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan Panjaitan mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi serta menyamakan persepsi tenaga lapangan dalam menjalankan pendampingan keluarga berisiko stunting.
Menurutnya, kegiatan ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) Tahun 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di enam kelurahan di wilayah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
"Melalui penguatan kapasitas ini, para kader diharapkan makin terampil melakukan deteksi dini, edukasi pemenuhan gizi, dan intervensi keluarga secara terpadu di lapangan," ujarnya, Rabu (4/11).
Simon menjelaskan, peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
"Kader memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan, menyampaikan informasi kesehatan, serta mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga," terangnya.
Lurah Pulau Panggang Jamaluddin menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader merupakan langkah strategis untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di wilayah kepulauan.
"Kader merupakan ujung tombak sosialisasi. Pengetahuan mengenai kesehatan dan gizi yang didapat hari ini harus langsung ditransfer kepada warga, khususnya bagi keluarga sasaran," ungkapnya.
Jamaluddin memaparkan, sebanyak 30 peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai unsur, yakni kader Tim Penggerak PKK, Dasawisma, Posyandu, kader Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), serta pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Sementara itu, salah seorang Pengelola RPTRA Tanjung Timor, Fitria mengapresiasi materi pelatihan yang dinilai aplikatif dan bermanfaat untuk menunjang tugasnya dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Materi mengenai pemenuhan gizi seimbang menjadi bekal penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua, khususnya yang memiliki anak Balita.
"Pelatihan ini mempertajam pemahaman kami mengenai pemenuhan gizi seimbang. Informasi ini akan kami teruskan kepada para orang tua Balita yang rutin berkunjung ke RPTRA," tandasnya.