Pembangunan Tugu Perkuat Sejarah Pondok Kopi

Rabu, 04 November 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 78

Tugu pondok kopi nurito

(Foto: Nurito)

Upaya menjaga jejak sejarah dan identitas wilayah terus dilakukan Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bersama Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) dan masyarakat, Pasukan Oranye atau petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dibangun Tugu Kopi sebagai ikon sekaligus pengingat sejarah kawasan yang dahulu dikenal sebagai daerah perkebunan kopi.

"Tugu Kopi"

Tugu berbentuk biji kopi terbelah tersebut dibangun di persimpangan Jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Raya Pondok Kopi, tepat di seberang Stasiun Klender Baru. Hingga Rabu (4/11), progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026.

Meski belum sepenuhnya selesai, keberadaan tugu berukuran cukup besar itu sudah menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Bentuknya dirancang menyerupai biji kopi yang terbelah dengan detail dan warna yang disesuaikan agar menyerupai bentuk aslinya.

Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah mengatakan, pembangunan tugu tersebut merupakan hasil kolaborasi kelurahan bersama LMK, dengan mengakomodir aspirasi masyarakat yang ingin menjaga sejarah asal-usul wilayah Pondok Kopi agar tidak terlupakan.

Ia menuturkan, pada masa penjajahan Belanda, kawasan yang kini menjadi Kelurahan Pondok Kopi merupakan sebuah desa yang memiliki banyak tanaman kopi. Bahkan, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah perkebunan kopi pertama di Pulau Jawa.

"Tugu Kopi ini merupakan ikon dari Kelurahan Pondok Kopi. Sejak 45 tahun lalu, warga menginginkan adanya ikon di Pondok Kopi. Apalagi ada perubahan nama dari Desa Kopi menjadi Kelurahan Pondok Kopi pada tahun 1982," ujarnya, Rabu (4/11).

Sandy menjelaskan, pembangunan ikon tersebut diawali dengan musyawarah bersama tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, LMK, dan PKK. Seluruh unsur masyarakat sepakat bahwa Tugu Kopi menjadi representasi sejarah sekaligus identitas kawasan Pondok Kopi.

Pembangunan dimulai pada awal Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar tujuh hingga delapan petugas PPSU. Sandy berharap keberadaan tugu tersebut tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi simbol sejarah yang membanggakan masyarakat.

"Jika sudah rampung 100 persen, kami berharap Pak Wali Kota Jakarta Timur atau Pak Gubernur dapat meresmikan tugu ini. Sebab, ini menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta," ungkapnya.

Tidak hanya membangun ikon kawasan, lanjut Sandy, pihak kelurahan juga berupaya menghidupkan kembali jejak sejarah Pondok Kopi melalui penamaan stasiun kereta api. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kepala Stasiun Klender Baru untuk mengusulkan pengembalian nama Stasiun Klender Baru menjadi Stasiun Pondok Kopi seperti dahulu," terangnya.

Ia memaparkan, usulan tersebut muncul karena selama ini masyarakat dari luar wilayah kerap kebingungan mencari akses menuju Kelurahan Pondok Kopi lantaran tidak menemukan nama Stasiun Pondok Kopi.

"Kami ingin mengembalikan nama Stasiun Klender Baru menjadi Stasiun Pondok Kopi seperti dahulu. Selama ini masyarakat dari luar yang akan datang ke Kelurahan Pondok Kopi selalu bingung karena tidak ada nama stasiun Pondok Kopinya. Kami berharap keinginan warga ini direspons positif oleh PT KAI," bebernya.

Sementara itu, Ketua LMK Kelurahan Pondok Kopi, Ega Arimurti mengapresiasi pembangunan Tugu Kopi yang dinilai memiliki nilai historis sekaligus strategis. Lokasinya berada di jalur utama perbatasan Jakarta dengan Bekasi, Jawa Barat yang setiap hari dilintasi masyarakat untuk beraktivitas menuju kedua wilayah tersebut.

"Kami sangat apresiasi. Apalagi pembangunannya hasil kolaborasi kelurahan dengan LMK, RT dan RW. Tugu Kopi ini sebetulnya untuk penegasan saja bahwa ini adalah wilayah Pondok Kopi. Maka tugunya berbentuk biji kopi, sehingga mudah diingat," ucapnya.

Ia berharap, keberadaan tugu tersebut semakin memperkuat identitas Pondok Kopi sebagai salah satu pintu gerbang Jakarta di wilayah timur. Selain menjadi penanda kawasan, ikon tersebut diharapkan dapat memperkenalkan sejarah Pondok Kopi kepada masyarakat yang lebih luas.

Ega menambahkan, perencanaan pembangunan tugu dilakukan bersama pihak kelurahan, mulai dari menentukan bahan baku, model, ukuran hingga pemilihan warna. Setelah desain disepakati, pembangunan kemudian dilaksanakan di persimpangan Jalan I Gusti Ngurah Rai dan Jalan Raya Pondok Kopi.

Secara konstruksi, landasan tugu dibuat berbentuk segitiga dengan panjang masing-masing sisi 3,10 meter. Area tersebut dilengkapi kanstin pengaman sepanjang 10 meter pada masing-masing sisi. Landasan memiliki tinggi 2,70 meter, sedangkan bagian Tugu Kopi dibuat setinggi 1,3 meter.

"Kawasan tugu juga akan dipercantik dengan pemasangan lampu sorot agar tampil lebih menarik pada malam hari. Area di bagian bawah tugu direncanakan dilengkapi rumput gajah dan tanaman hias sehingga menghadirkan suasana hijau dan asri," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kolong Flyover Pondok Kopi dipercantik mural bertema keberagaman

Kolong Flyover Pondok Kopi Berhias Mural

Rabu, 26 November 2025 2562

Usulan Pembangunan Gedung SMA / SMK Mencuat di Musrenbang Pondok Kopi

Warga Pondok Kopi Ajukan Usulan Pembangunan Gedung Sekolah

Rabu, 12 Februari 2025 1645

IMG 20260812 WA0110

Warga Pluit Diberi Pelatihan Gratis Meracik Kopi

Rabu, 12 Agustus 2026 738

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7133

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4826

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2108

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2507

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1118

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks