Selasa, 03 November 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 214
(Foto: Nurito)
Lima penggiat pengelolaan sampah di Jakarta Timur mendapat kunjungan tim juri lomba Pilah Sampah Heroes tingkat Provinsi DKI Jakarta. Penilaian dilakukan untuk melihat langsung inovasi, kreativitas, serta peran masyarakat dalam menggerakkan budaya memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
"Gerakan memilah dan mengolah sampah"
Lomba yang digelar dalam rangka menyambut Hari Pahlawan 10 November ini diikuti para penggiat lingkungan yang dinilai mampu menjadi komunikator perubahan dalam pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
Tim juri beranggotakan tiga orang yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Biro Penataan Lingkungan Hidup (PLH) DKI Jakarta, dan Dinas Kominfotik DKI Jakarta.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur, Fauzi mengatakan, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah finalis terbanyak dalam lomba Pilah Sampah Heroes.
"Capaian tersebut menunjukkan semakin berkembangnya gerakan memilah dan mengolah sampah dari sumbernya di tengah masyarakat," ujarnya, Selasa (3/11).
Ia mengapresiasi lima penggiat yang sudah mewakili Jakarta Timur sekaligus memberikan dukungan agar mereka dapat meraih hasil terbaik dan menjadi inspirasi bagi warga lainnya.
"Kami juga memberikan support para finalis ini agar menjadi juara dan contoh bagi masyarakat lainnya," terangnya.
Fauzi menilai, para penggiat pilah sampah memiliki kontribusi penting karena mampu mengubah barang yang semula dianggap tidak bernilai menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satunya Chevie Mawarti Setyaningrum, penggiat lingkungan di Jalan Teratai Putih 1, RT 06/04, Kelurahan Malakasari, Duren Sawit.
Melalui kreativitas dan inovasi, Chevie mengolah berbagai limbah menjadi aneka kerajinan tangan. Minyak jelantah, misalnya, diolah menjadi lilin dan sabun. Sementara limbah kain dan pakaian bekas disulap menjadi berbagai produk seperti tas jinjing dan tas laptop.
Juri Teknis dari Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Sendy Maria Ariel memaparkan, terdapat lima lokasi penggiat pilah sampah di Jakarta Timur yang dikunjungi tim juri dalam penilaian kali ini.
Kelima finalis tersebut yakni Farida Soleha di RT 10/07, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung; Taufik Supriadi di RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit; Chevie Mawarti Setyaningrum di Kelurahan Malakasari, Kecamatan Duren Sawit; Wahyu Andito Putro Wibisono di RW 09, Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara; serta Gitawidya Amalia di RW 09, Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara.
"Lomba Pilah Sampah Heroes ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November. Nantinya, pemenang lomba akan diumumkan saat acara puncak peringatan Hari Pahlawan," ucapnya.
Ia menambahkan, lomba tersebut bertujuan mencari sosok penggerak yang mampu menjadi komunikator perubahan dalam pengelolaan lingkungan. Sejumlah indikator menjadi bahan penilaian, mulai dari lokasi pemilahan dan pengolahan sampah, aktivitas serta partisipasi warga, produk yang dihasilkan, strategi mengajak masyarakat, hingga inovasi yang dikembangkan.
Salah seorang finalis, Chevie Mawarti Setyaningrum menyampaikan, dirinya mulai mengembangkan inovasi kerajinan berbahan limbah sejak 2024 sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengurangan dan pengolahan sampah.
Berbagai jenis sampah diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Hasil penjualannya kemudian ditabung. Saat ini, bank sampah yang dikelolanya memiliki 10 anggota dan seluruhnya masih aktif.
"Anggota bank sampah kami saat ini ada 10 orang, seluruhnya aktif," imbuhnya.
Ia memastikan, kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah juga semakin meningkat. Warga secara mandiri mengumpulkan sampah untuk kemudian diolah menjadi berbagai produk, seperti sabun, lilin, tatakan gelas, dan tatakan lilin dari minyak jelantah.
"Untuk limbah tekstil diolah menjadi beragam jenis tas," tandasnya.