Selasa, 03 November 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 470
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menyediakan dua rumah singgah gratis bagi mahasiswa asal Kepulauan Seribu yang menempuh pendidikan di wilayah daratan Jakarta dan sekitarnya. Fasilitas ini dihadirkan untuk membantu meringankan biaya tempat tinggal sekaligus menjadi ruang berkumpul, belajar, dan berdiskusi antarmahasiswa.
"Dilengkapi furnitur dan jaringan internet"
Kepala Seksi Sosial Unit Kerja Teknis (UKT) 1 Kabupaten Kepulauan Seribu, Zulfikri mengatakan, penyediaan rumah singgah tersebut merupakan inisiatif Bupati Kepulauan Seribu yang berangkat dari aspirasi mahasiswa.
"Program ini melengkapi fasilitas rumah singgah yang sebelumnya sudah disediakan Pemkab Kepulauan Seribu bagi pasien yang menjalani pengobatan di daratan Jakarta beserta pendampingnya " ujarnya, Selasa (3/11).
Zulfikri menjelaskan, penentuan lokasi rumah singgah mahasiswa dilakukan melalui diskusi bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan asal Kepulauan Seribu, di antaranya Forum Mahasiswa Kepulauan Seribu (FMKS), Gerakan Mahasiswa Kepulauan Seribu (GMPS), HMPS, serta organisasi kedaerahan lainnya.
"Lokasi ditentukan berdasarkan hasil diskusi sejak awal tahun bersama organisasi mahasiswa agar fasilitas ini dapat menjangkau mahasiswa yang berkuliah di berbagai wilayah," terangnya.
Dari hasil pembahasan tersebut, lanjut Zulfikri, disepakati dua lokasi strategis. Rumah singgah pertama beralamat di Jalan Johar Baru Utara I, Gang 10, RT 09/03, Jakarta Pusat.
Lokasi ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur, termasuk mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta kampus di sekitarnya.
"Rumah singgah kedua berlokasi di Jalan Sepat Nomor 72, RT 08/02, Kebagusan, Jakarta Selatan. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan mahasiswa yang berkuliah di wilayah Jakarta Selatan, Pamulang, dan sekitarnya," ungkapnya.
Zulfikri menuturkan, kedua rumah singgah tersebut sudah mulai beroperasi dan sudah dimanfaatkan sejumlah mahasiswa. Masing-masing bangunan memiliki dua lantai dengan ruangan cukup luas serta dilengkapi furnitur dan jaringan internet (Wi-Fi).
"Rumah ini sudah beroperasi dan beberapa mahasiswa sudah datang untuk memanfaatkannya. Kedua bangunan cukup luas, terdiri dari dua lantai, serta dilengkapi furnitur dan jaringan internet (Wi-Fi)," bebernya.
Ia menambahkan, keberadaan rumah singgah tidak hanya ditujukan sebagai tempat beristirahat. Mahasiswa juga dapat memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas kuliah, berdiskusi, bertukar pikiran, hingga mempererat hubungan antarmahasiswa asal Kepulauan Seribu.
"Program ini turut bersinergi dengan Baznas (Bazis) Kepulauan Seribu. Seluruh fasilitas dapat digunakan secara gratis tanpa dikenakan biaya sewa maupun pungutan operasional," imbuhnya.
Zulfikri mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan pengelola rumah singgah dan meminta sejumlah uang.
"Rumah singgah ini masih tahap awal. Kami terbuka untuk meningkatkan kapasitas dan melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan mahasiswa ke depannya," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal Kepulauan Seribu yang kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ibnu Nishwar menyambut baik penyediaan fasilitas tersebut karena sangat membantu dalam mengurangi beban pengeluaran untuk tempat tinggal selama menempuh pendidikan di daratan Jakarta.
"Fasilitas ini sangat bermanfaat karena mengurangi pengeluaran untuk kos atau kontrakan. Kami juga bisa memanfaatkannya untuk berdiskusi dan bertukar gagasan terkait pengembangan Kepulauan Seribu," tandasnya.