Senin, 02 November 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 221
(Foto: Nurito)
Pihak Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, terus mengintensifkan program budaya pilah sampah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui gerakan ini, seluruh jajaran kecamatan, kelurahan hingga unit teknis didorong aktif memilah dan mengumpulkan sampah anorganik untuk didaur ulang.
"Program pilah sampah bagi ASN"
Program yang baru berjalan sekitar satu bulan tersebut kini sudah melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk kelurahan dan unit teknis di lingkungan Kecamatan Duren Sawit.
Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila mengatakan, pengumpulan sampah anorganik dilakukan secara rutin.
Hasil pemilahan dari masing-masing instansi selanjutnya ditimbang setiap dua pekan sekali sebelum dijual kepada pihak ketiga, yakni PT Morego di Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas.
"Total ada 34 OPD, termasuk kelurahan dan unit teknis di Kecamatan Duren Sawit yang sudah melaksanakan program pilah sampah bagi ASN. Kita harap program ini terus berkelanjutan untuk membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang," ujarnya, Senin (2/11).
Andri menjelaskan, setiap ASN ditargetkan mampu mengumpulkan minimal 50 kilogram sampah anorganik dalam kurun waktu dua pekan. Sementara itu, setiap kelurahan memiliki target lebih besar, yakni minimal 550 kilogram dalam periode yang sama.
"Target disesuaikan dengan potensi sampah yang dapat dihimpun kelurahan, tidak hanya dari internal kantor, tetapi juga melalui kegiatan masyarakat di lingkungan masing-masing. Termasuk sampah anorganik dari kantin-kantin sekolah yang turut dikelola pihak kelurahan," terangnya.
Menurutnya, sumber pengumpulan sampah anorganik cukup beragam, di antaranya berasal dari kegiatan kerja bakti, aktivitas perkantoran, kantin di masing-masing OPD hingga kegiatan di gelanggang olahraga (GOR).
"Sampah yang sudah dipilah kemudian dikumpulkan dan disimpan di halaman kantor masing-masing instansi sambil menunggu jadwal penimbangan setiap dua pekan," ungkapnya.
Ia menuturkan, jenis sampah yang menjadi sasaran pemilahan meliputi kardus, potongan kertas, botol dan gelas air mineral, galon plastik serta berbagai sampah anorganik lainnya yang masih memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang.
"Pelaksanaan program ini awalnya hanya melibatkan jajaran kelurahan. Namun, seiring perkembangannya, gerakan tersebut diperluas melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan sejumlah unit teknis, seperti Satuan Pelaksana Sumber Daya Air, Bina Marga, serta jajaran pendidikan," bebernya.
Ia berharap, kolaborasi ini dapat memperluas sumber pengumpulan sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja pemerintahan.
"Untuk hasil penjualan sampah anorganik tersebut akan dikirimkan melalui masing-masing rekening Person in Charge (PIC) atau penanggung jawab di setiap OPD," tandasnya.