Minggu, 01 November 2026 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 270
(Foto: Nurito)
Sekitar 200 warga Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, diedukasi tentang Perlindungan Sosial (Perlinsos), Update Desil dan Bansos Kementerian Sosial, Minggu (1/11).
Kegiatan yang diadakan di Aula Maryam Wafiyyah Gang Padi RT 09/02 Kelurahan Pondok Bambu ini, menghadirkan narasumber Intan Nurazizah, pendamping PKH dari Kemensos RI.
Memastikan bantuan PKH dan BPNT tepat sasaran
Ketua RW 02 Pondok Bambu, Ahmad Sahil mengatakan, sasaran sosialisasi ini adalah warga yang belum pernah mendapatkan Bansos dan yang desilnya tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarganya. Termasuk yang belum mempunyai IKD.
Untuk mengikuti kegiatan ini, jelas Sahil, warga wajib membawa KTP, ID PLN Listrik dan handphone.
Menurutnya, ini untuk memastikan apakah masih ada warga yang belum pernah mendapatkan Bansos dan belum memiliki IKD.
"Kegiatan ini sekaligus untuk memastikan bantuan PKH dan BPNT benar-benar diterima warga keluarga miskin dan rentan," tukasnya.
Narasumber dari Kemensos RI, Intan Nurazizah mengakui bahwa di wilayah ini masih ada warga yang memiliki desil tidak sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini.
Selain it, banyak pula warga yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari kementerian, padahal kondisi perekonomiannya lemah.
Menurutnya, untuk mengurus desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bisa dilakukan secara mandiri melalui aplikasi cekbansos Kemensos RI .
Aplikasi ini, kata Intan, bisa diakses melalui handphone sehingga warga tidak harus mendatangi kantor Kementerian, Dinas Sosial atau Sudin Sosial maupun kantor kecamatan.
Intan juga mengingatkan warga agar mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Karena IKD ini berfungsi sebagai pintu masuk utama atau alat verifikasi biometrik dan syarat administrasi untuk mengakses atau mendaftar program Bantuan Sosial (Bansos) serta Perlindungan Sosial.
Mengenai masih banyaknya warga yang memiliki desil tidak sesuai dengan kondisi perekonomian, Intan berkilah, itu bisa jadi karena data diambil pada lima tahun lalu.
"Pastinya kondisi sekarang berbeda dengan kondisi lima tahun lalu. Namun data desil ini juga bisa diajukan perubahan melalui aplikasi cekbansos Kementerian Sosial RI tersebut," ucapnya.
Sementara, Narti (70), salah seorang warga yang ikut sosialisasi ini, berharap, program Bansos dan Perlindungan Sosial dari Kementerian Sosial RI bisa berjalan maksimall membantu warga yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
'Bantuan PKH dan BPNT ini dibutuhkan keluarga miskin dan rentan," tandasnya.