Kamis, 29 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 279
(Foto: Anita Karyati)
SDN Pulau Panggang 02 Pagi, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, diproyeksikan menjadi percontohan sekolah ramah anak di Kepulauan Seribu. Hal ini menyusul pelaksanaan verifikasi lapangan dan audit oleh Lembaga Perlindungan Khusus Ramah Anak (LPKRA) Provinsi DKI Jakarta.
"Bisa menjadi acuan"
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Dody Taruna Dwiputra mengatakan, sekolah memiliki peran penting sebagai rumah kedua bagi anak. Untuk itu, lingkungan pendidikan harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman selama kegiatan belajar berlangsung.
"Waktu yang dihabiskan anak-anak di sekolah bahkan bisa lebih lama dibandingkan di rumah. Kami ingin memastikan sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi mereka," ujarnya, Kamis (29/10).
Dody menjelaskan, hasil verifikasi dan audit tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pemenuhan standar perlindungan anak di lingkungan sekolah.
"Kami berharap sekolah ini bisa menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain di Kepulauan Seribu. Jika masih ada hal yang perlu disempurnakan, tentu akan menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depannya semakin baik," terangnya.
Menurutnya, standardisasi LPKRA sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memenuhi hak anak sekaligus mencegah potensi kekerasan di satuan pendidikan.
Melalui standardisasi ini, kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi perundungan, diskriminasi, maupun kekerasan di sekolah.
"Setiap anak di Jakarta, termasuk di wilayah kepulauan, berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi," ungkapnya.
Kepala SDN Pulau Panggang 02 Pagi, Basuki menyambut baik pelaksanaan audit tersebut. Pihak sekolah terbuka terhadap masukan dan arahan dari tim verifikator untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
"Kami merasa bangga karena SDN Pulau Panggang 02 Pagi dipercaya mengikuti audit ini. Kami berharap hasilnya dapat memberikan manfaat bagi pengembangan mutu sekolah, baik saat ini maupun ke depan," bebernya.
Basuki menambahkan, para guru terus berupaya memberikan pendidikan dan pendampingan terbaik bagi anak-anak di wilayah kepulauan.
"Kami mendidik anak-anak pulau dengan hati. Kami berharap mendapat bimbingan dan arahan apabila ada hal yang perlu dibenahi agar layanan pendidikan dan perlindungan anak di sekolah ini semakin optimal," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Menengah Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Solihin menginginkan, verifikasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas lingkungan pendidikan di Kepulauan Seribu.
"Lingkungan sekolah tidak hanya harus sehat dan indah secara fisik, tetapi juga harus menjamin keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi anak. Semoga ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kepulauan Seribu," tandasnya.