Selasa, 13 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 287
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara untuk memperkuat komitmen dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Menurutnya, dukungan untuk para tenaga pendidikan diperlukan seiring perubahan zaman dan dunia, sehingga potensi para siswa dapat dikembangkan secara optimal.
"kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan,"
Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Konferensi Pendidikan Internasional Asia Pasific di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (13/10).
"Tema 'Organization for Power: Education Unions Shaping the Future of the Education in the Asia Pasific Region', menyoroti peran penting serikat pendidikan dalam membentuk masa depan pendidikan," kata Pramono.
Menurut Pramono, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan mengejar impian. Untuk mewujudkannya, pemerintah harus mendengarkan keinginan dan kebutuhan masyarakat, serta menggunakan data kredibel dalam membuat keputusan.
Pemprov DKI pun berkomitmen untuk memastikan tiap siswa memiliki kesempatan belajar melalui berbagai program pendidikan, seperti KJP Plus, KJMU, hingga LPDP. Selain itu, kualitas fasilitas pendidikan juga terus ditingkatkan melalui rehabilitasi 19 gedung sekolah.
"Komitmen kami juga mencakup dukungan bagi para guru, termasuk mereka yang berada di sekolah swasta, sembari memperluas akses ke pendidikan berkualitas melalui program sekolah swasta kami yang kami sebut sekolah gratis," lanjutnya.
Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta juga telah mencapai 85,05 yang merupakan tertinggi di Indonesia.
Dalam acara ini, Pramono juga menyambut peluang kerja sama antara Pemprov DKI dengan sekolah, universitas, dan organisasi, seiring transformasi Jakarta menjadi kota global.
"Bersama-sama kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi para guru, dan menemukan cara yang lebih baik untuk merespons tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini," lanjutnya.
Gubernur pun mengapresiasi peran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam mengadvokasi kesejahteraan guru, profesionalisme, perlindungan kerja, dan jaminan masa depan.
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi berharap melalui forum ini, seluruh pihak dapat saling bertukar pikiran dan memperkuat solidaritas dalam membangun masa depan pendidikan dan kesejahteraan guru.
"Kita akan selalu berdiri bersama para guru, menjunjung tinggi martabat profesi, memperjuangkan kesejahteraan yang adil, memperkuat profesionalisme, dan memastikan para guru terlindungi," tuturnya.
Ia meyakini, peningkatan kesejahteraan guru akan berdampak pada kualitas pendidikan dan masa depan anak-anak yang lebih baik.
Dalam penyelenggaraan forum ini, Jakarta menjadi tuan rumah untuk mempertemukan para pendidik, organisasi guru, dan pemimpin di sektor pendidikan dari seluruh kawasan. Forum ini merupakan wadah untuk bertukar pikiran dan memperkuat komitmen bersama terhadap penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.