Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 239
(Foto: Nurito)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 Tingkat Wali Kota setempat.
"Memberikan yang terbaik bagi Indonesia"
Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" ini diikuti ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Jakarta Timur serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko).
Dalam kesempatan tersebut, Munjirin membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir mengingatkan pentingnya menghayati nilai-nilai patriotisme, kegigihan, dan empati sebagai karakter utama generasi muda dalam membangun bangsa.
Kemajuan Indonesia, lanjut Munjirin, tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, perkembangan teknologi, maupun kekayaan yang dimiliki. Lebih dari itu, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air, pantang menyerah dalam menghadapi tantangan, serta peduli terhadap sesama.
"Kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari pembangunan gedung, perkembangan teknologi, maupun kekayaan yang dimiliki," terangnya.
Menurutnya, sikap patriotik harus diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata bagi bangsa, bukan sekadar diungkapkan melalui kata-kata.
"Kegigihan tercermin dari kemampuan untuk tetap berjuang ketika menghadapi kesulitan, bangkit dari kegagalan, dan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi Indonesia," ungkapnya.
Munjirin menyampaikan, empati menjadi nilai penting yang harus dimiliki generasi muda. Kepedulian terhadap sesama perlu ditumbuhkan agar keberhasilan tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya," imbuhnya.
Munjirin mengajak generasi muda Indonesia untuk berani memiliki cita-cita besar, bekerja keras, dan membangun ketangguhan diri tanpa kehilangan kepedulian terhadap orang lain. G
"Generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab sekaligus memiliki kesediaan untuk melayani masyarakat," tandasnya.