Kamis, 22 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 85
(Foto: Nurito)
Beragam karya kreatif berbahan barang bekas atau sampah dipamerkan di Gebyar Sumpah Pemuda 2026 yang diadakan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah I di halaman Kantor Wali Kota setempat.
"Saya sungguh takjub dan sangat mengapresiasi"
Mengusung tema "Gerakan Memilah dan Mengolah Sampah di Sekolah" kegiatan tersebut menghadirkan beragam pertunjukan dan pameran hasil kreativitas pelajar. Mulai dari tarian khas Betawi, peragaan busana, pantomim, hingga pameran kerajinan tangan berbahan barang bekas.
Sejumlah karya yang dipamerkan antara lain lukisan abstrak, aromaterapi, patung dari botol plastik, serta lukisan berbahan kardus bekas. Berbagai hasil karya tersebut menunjukkan bahwa barang yang tidak lagi terpakai dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai seni.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengapresiasi kreativitas para pelajar yang mampu memanfaatkan barang bekas dan bahan alam untuk menghasilkan karya yang menarik dan inovatif.
"Saya sungguh takjub dan sangat mengapresiasi. Sebab, para pelajar mampu menampilkan karyanya mengikuti perkembangan teknologi yang ada dengan menggunakan barang bekas," ujarnya, Kamis (22/10).
Munjirin menjelaskan, edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah perlu diterapkan sejak usia dini, terutama di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan terbiasa memilah, memilih, dan mengolah sampah serta mampu menerapkan kebiasaan positif itu di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
"Saya berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin agar para pelajar memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, kemampuan, dan kreativitas mereka melalui berbagai kegiatan di sekolah," terangnya.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Muhammad Fahmi memaparkan, Gebyar Sumpah Pemuda 2026 diselenggarakan sebagai wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.
"Gebyar Sumpah Pemuda 2026 ini melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB," bebernya.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Fahmi, perwakilan peserta didik dari sejumlah sekolah menampilkan beragam pertunjukan, seperti tari, peragaan busana, pantomim, dan menyanyi.
"Para pelajar juga memamerkan hasil karya mereka melalui stan pameran yang menarik perhatian pengunjung," ucapnya.
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah peta Indonesia yang disusun dari tutup botol plastik berwarna. Selain itu, terdapat miniatur ikan paus yang dibuat menggunakan botol plastik bekas yang telah diwarnai.
Salah seorang siswa SMPN 51 Jakarta, Caesar Aprillio menuturkan, dirinya turut terlibat dalam pembuatan miniatur ikan paus bersama teman-temannya. Karya tersebut mengangkat tema kekayaan laut Indonesia dengan memanfaatkan botol plastik dan tutup botol bekas sebagai bahan utama.
"Karena konsepnya tentang lautan Indonesia maka ada yang membuat peta dan ikan paus. Seluruhnya menggunakan botol dan tutup botol bekas," tandasnya.