Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 92
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara mengadakan dialog publik bertajuk Meneguhkan Potensi dan Peran Serta Pemuda Jakarta Utara Menyongsong Lima Abad Jakarta di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
"Meningkatkan partisipasi pemuda"
Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, Reza Phahlevi mengatakan, kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut diikuti 100 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) dan komunitas kepemudaan di Jakarta Utara.
"Dialog ini menjadi wadah untuk memperkuat persatuan, meningkatkan partisipasi pemuda, serta mendorong kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan daerah menjelang lima abad Jakarta," ujarnya, Rabu (28/10).
Reza menjelaskan, momentum Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam menyongsong lima abad Jakarta.
"Menyongsong lima abad Jakarta bukan sekadar berbicara tentang pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga kesiapan pemuda menjadi pelaku perubahan. Pemuda harus berpikir kritis, kreatif, dan berani berinovasi," terangnya.
Ia mengajak generasi muda untuk memperkuat persatuan, menolak intoleransi dan ujaran kebencian, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan daerah, serta memperkokoh wawasan kebangsaan. Hal tersebut dinilai penting agar pemuda tidak mudah terpengaruh berita bohong di era digital.
"Pemerintah membutuhkan gagasan dan energi generasi muda. Masa depan kota ini turut ditentukan oleh kontribusi nyata pemuda hari ini," ungkapnya.
Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Rohman Yonky Dilatha menuturkan, dialog publik tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan organisasi kepemudaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Kolaborasi lintas elemen sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Ia menambahkan, ketahanan daerah tidak hanya ditentukan oleh aspek keamanan, tetapi juga membutuhkan kerja sama berbagai pihak dalam mengatasi persoalan sosial, pendidikan, dan kesehatan.
Sementara itu, Ketua Forum OKP Jakarta Utara, Iwan Iryansyah Setiawan menginginkan, dialog publik tersebut dapat mendorong pemuda menghasilkan karya dan solusi nyata untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan, khususnya di Jakarta Utara.
"Pemuda bukan sekadar pewaris masa depan, melainkan bagian dari kekuatan yang membentuk masa depan itu sendiri. Karena itu, kontribusi nyata harus menjadi tolok ukur peran pemuda dalam pembangunan," imbuhnya.
Sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat persatuan, Iwan menggagas pembangunan Tugu Pemuda atau Tugu Persahabatan sebagai simbol kebersamaan seluruh elemen pemuda di Jakarta Utara.
Monumen tersebut diharapkan dapat diwujudkan pada 28 Oktober 2027, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan momentum lima abad Jakarta.
"Kami berharap monumen ini menjadi warisan bagi generasi mendatang sekaligus pengingat bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu dan bekerja bersama membangun masyarakat," tandasnya.