Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 218
(Foto: Istimewa)
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemuda Jakarta (KMSPJ) menetapkan 10 tokoh lintas profesi sebagai penerima Jakarta Youth Award 2026. Dua dari penerima penghargaan adalah Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah serta Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha.
"Tokoh-tokoh yang inspiratif"
Jakarta Youth Award 2026 juga diberikan kepada Akmal Budi Yulianto, Ketua Karang Taruna DKI Jakarta; Dimas Azisoko Harmoko, CEO Poskota; Fathimah Azzahra, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia; dan Joshua Franklin J. Oktanatama Siahaan, Ketua Umum Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) DKI Jakarta.
Kemudian, Laysa Latifah, Woman Grandmaster (WGM) Olimpiade Catur FIDE; Yayang Ruzaldy, Vice President PT ESG-IN Global Partners; Yuke Yurike, Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta; Yustinus Prastowo, dan Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta.
Tim seleksi Jakarta Youth Award 2026 yang diketuai Dr Hadi Nasbey menetapkan sepuluh penerima penghargaan berasal dari kalangan aktivis mahasiswa, birokrat, politisi, jurnalis, atlet, penggiat olahraga, hingga profesional. Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi terhadap 73 kandidat yang diusulkan.
Hadi Nasbey mengatakan, proses seleksi berlangsung selama enam bulan, yakni Mei hingga Oktober 2026. Penilaian dilakukan melalui kajian pemberitaan di media cetak dan daring, survei, serta Focus Group Discussion (FGD).
"Ketua tim seleksi dan panitia menyeleksi 73 orang. Akhirnya, setelah ramai-ramai diperdebatkan, diputuskan 10 orang," ujarnya, saat acara penyerahan Jakarta Youth Award 2026 di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (28/10).
Hadi menjelaskan, penghargaan ini sudah diselenggarakan secara konsisten sejak 2010 tersebut kini memasuki tahun ke-16. Setiap tahun, komposisi penerima dapat berubah sesuai hasil seleksi dan pertimbangan tim penilai.
Menurutnya, pemilihan tahun ini diarahkan untuk menghadirkan figur-figur yang memiliki kiprah inspiratif dan dapat menjadi teladan bagi generasi muda. Salah satunya Laysa Latifah, pecatur muda bergelar WGM yang sudah mengoleksi 50 medali.
"Tokoh-tokoh yang inspiratif ini bisa lebih banyak dilihat oleh masyarakat. Ini membutuhkan media yang lebih luas, jangkauan yang lebih luas," terangnya.
Presidium KMSPJ, Kelik Widjonarko, Jakarta Youth Award 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Ia berharap, pencapaian para penerima penghargaan dapat memotivasi anak-anak dan pelajar, termasuk generasi Z dan generasi Alfa, untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, serta berkontribusi bagi masyarakat.
"Melalui penghargaan ini, kami berharap kontribusi para penerima semakin dikenal luas dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut membangun Jakarta sebagai kota global yang berbudaya," bebernya.
Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah memberikan pesan sarat makna kepada generasi muda.
"Jangan takut merasa tua jika menjadi contoh baik buat semua. Sebab, sejarah hari ini ditentukan dari yang kita perbuat dan lakukan kemarin, do the best," tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Zuhud Pana Graha menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pemberian penghargaan Jakarta Youth Award 2026.
"Penghargaan ini tentu menjadi motivasi dalam melayani warga Jakarta, khususnya untuk membentuk karakter pemuda Jakarta yang punya kemandirian dan kepedulian untuk ikut serta membangun Jakarta," ucapnya.
Untuk itu, Zuhud menambahkan, Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta mempunyai komitmen yang kuat kepada generasi muda agar dapat berprestasi dan berkarya.
"Pak Andri Yansyah sebagai Kadis Pora DKI Jakarta sebelumnya juga sudah lebih dahulu menerima Jakarta Youth Award. Pak Kadis bersama seluruh jajaran bergotong-royong untuk membawa pemuda Jakarta semakin maju dan menjadi sumber daya manusia unggul," tandasnya.
Untuk diketahui, KMSPJ terdiri dari unsur Jakarta Monitoring Network (JMN), Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika Jakarta), dan Koalisi Perkotaan Jakarta (Jakarta Urban Coalition).
Selain itu, juga ada Komunitas Peduli Pendidikan Jakarta (KPP Jakarta), Masyarakat Pemantau Olahraga Jakarta (MPOJ), Lembaga Pengembangan Peran Serta Masyarakat (LP2SM), Lembaga Pemantau Jakarta (LPJ), Jakarta Public Service (JPS), Komunitas Reyog Ponorogo (KRP), dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat (P2M).