Rabu, 28 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 138
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo membuka kegiatan Dialog Interaktif Wawasan Kebangsaan yang dihelat di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota setempat. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda sekaligus mencegah tawuran pelajar dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
"Persatuan dan kesatuan"
Kegiatan kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatoriat Jakarta Selatan bersama unsur tiga pilar tersebut diikuti 265 peserta yang terdiri atas pelajar SMA sederajat dan guru pendamping.
Syafrin mengapresiasi jajaran PWI Jakarta Selatan yang sudah menginisiasi kegiatan edukatif tersebut. Insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama melalui penyampaian informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
"Tentu sebagaimana kita ketahui, para insan pers memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya-upaya kita untuk terus mempertahankan agar persatuan dan kesatuan negara ini terus berlanjut," ujarnya, Rabu (28/10).
Syafrin menjelaskan, di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi, pemahaman wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting bagi generasi muda.
"Kemampuan memilah informasi juga diperlukan agar pelajar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun provokasi yang berpotensi memicu konflik," terangnya.
Menurutnya, pemberitaan yang berimbang dan profesional dari media massa berperan penting dalam meredam potensi konflik di masyarakat, termasuk aksi tawuran antarpelajar.
"Kita harapkan insan pers bisa memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat," ungkapnya.
Syafrin berharap, sinergisitas antara pemerintah, aparat penegak hukum, insan pers, tenaga pendidik, dan pelajar dapat membentuk generasi muda Jakarta Selatan yang cerdas dalam bermedia, memiliki karakter kuat, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan.
Ia berpesan kepada para guru pendamping agar meneruskan edukasi mengenai literasi digital dan wawasan kebangsaan kepada siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Melalui kegiatan ini, saya harapkan para guru bisa meyakinkan para pelajar agar menerima informasi dari lembaga pers profesional dan terpercaya yang memberitakan apa adanya sesuai temuan di lapangan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Selatan, Joni Matondang menyoroti keresahan masyarakat akibat maraknya penyebaran berita bohong yang kerap menjadi pemicu provokasi dan berpotensi memicu tawuran di kalangan remaja.
Joni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membentengi generasi muda dari paparan informasi negatif yang dapat merusak moral dan mengancam persatuan bangsa.
"Pemberitaan hoaks di mana-mana sudah menyebar. Maka itu, kita bersama-sama harus menjadi garda terdepan dalam mengatasi permasalahan tersebut," ucapnya.
Ia menegaskan, wawasan kebangsaan di era modern tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan mengangkat senjata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya berbuat kebaikan, meningkatkan kepekaan untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini, serta berperan aktif mencegah kekerasan antarpelajar.
"Stop penyebaran hoaks, stop itu yang namanya tawuran, mari kita cintai bangsa ini dengan sebaik-baiknya," tandasnya.