Selasa, 27 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 197
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menggelar pelatihan diversifikasi olahan hasil peternakan bagi 30 pelaku usaha binaan (Jakpreneur) di RPTRA Permata, Jalan Berlin, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja.
"Mendatangkan keuntungan ekonomi"
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menu yang diajarkan berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
"Menu ini pasti disukai anak-anak karena kaya protein hewani. Selain mendatangkan keuntungan ekonomi, olahan tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan gizi keluarga," ujarnya, Selasa (27/10).
Wawan berpesan agar pembinaan terhadap pelaku usaha tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kemudian, keterampilan yang diperoleh dapat segera diterapkan untuk mengembangkan usaha, sedangkan bantuan peralatan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi.
"Pendampingan harus berlanjut, mulai dari standardisasi rasa, legalitas perizinan, hingga akses pemasaran, agar para pelaku usaha benar-benar naik kelas dan mandiri," ucapnya.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit memaparkan, pelatihan rutin tahunan ini bertujuan meningkatkan variasi produk kuliner sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha binaan.
Pelatihan gelombang kedua ini diikuti peserta dari Kecamatan Koja, Cilincing, dan Penjaringan. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di kawasan Danau Sunter Selatan dengan melibatkan 30 peserta dari Kecamatan Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan Pademangan.
"Pelatihan ini bertujuan mendorong peserta menghasilkan produk olahan yang lebih inovatif dan variatif sehingga memiliki daya saing serta nilai jual lebih tinggi," imbuhnya.
Novy menjelaskan, peserta mendapat bimbingan langsung dari praktisi kuliner Politeknik Jakarta Internasional, Chef Gita Mutiara Annisa. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan membuat tiga menu kaya protein, yakni bitterballen dengan isian ayam, karipap isi ayam dan sayuran, serta kroket kentang dengan daging sapi.
"Usai pelatihan, para peserta juga mendapat bantuan peralatan berupa mesin pencacah atau chopper untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi mereka," terangnya.
Sementara itu, salah seorang Jakpreneur asal Kelurahan Rawa Badak Selatan, Jubaedah (33) mengaku terbantu dengan pelatihan tersebut. Perempuan yang baru setahun bergabung sebagai Jakpreneur binaan Sudin KPKP Jakarta Utara ini berencana menerapkan keterampilan yang diperolehnya untuk menambah variasi menu dagangan.
"Ini pelatihan pertama saya dan ilmunya sangat bermanfaat. Bantuan chopper juga sangat membantu. Saya berencana segera memproduksi karipap dan kroket daging untuk menambah menu jualan," tandasnya.