Kamis, 13 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 202
(Foto: Andri Widiyanto)
Sebanyak 200 peserta mengikuti pelatihan diversifikasi olahan makanan berbahan baku hasil peternakan yang digelar Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.
"Mengembangkan produk"
Kegiatan tersebut berlangsung mulai 11-13 Agustus 2026 di Training Center Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, para peserta tersebut merupakan perwakilan dari 10 kecamatan di Jakarta Timur. Masing-masing kecamatan mengirimkan 20 peserta yang mengikuti pelatihan secara bertahap.
"Pelatihan diversifikasi olahan ini berbahan baku peternakan," ujarnya, Kamis (13/8).
Taufik menjelaskan, pelatihan ini tidak sekadar memberikan keterampilan mengolah bahan pangan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Jakarta Timur.
"Peserta diharapkan mampu mengembangkan produk berbahan baku peternakan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi," terangnya.
Menurutnya, peserta pelatihan umumnya merupakan Jakpreneur binaan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, baik masyarakat yang baru merintis usaha maupun pelaku usaha yang sudah menjalankan kegiatan kuliner.
"Selama pelatihan, peserta mendapatkan praktik mengolah berbagai produk pangan dengan bahan baku utama ayam," ungkapnya.
Ia menuturkan, pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat membantu peserta menciptakan varian produk baru sehingga usahanya tidak berhenti pada satu jenis menu saja.
"Kami berharap dari kegiatan ini muncul pengusaha ataupun masyarakat yang berwirausaha dengan bahan baku peternakan. Mudah-mudahan menjadi pengusaha baru," ucapnya.
Taufik menambahkan, hasil kreativitas peserta nantinya dapat diperkenalkan dalam kegiatan Pasar Tumbuh yang digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Timur.
"Kami ingin produk yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha masyarakat," bebernya.
Ia memaparkan, pelatihan juga tidak hanya membahas teknik pengolahan makanan. Suku Dinas KPKP Jakarta Timur turut menghadirkan konten kreator untuk memberikan materi mengenai optimalisasi kecerdasan buatan (AI) dan media sosial.
Materi tersebut diberikan agar peserta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membuat konten, memperkenalkan produk, sekaligus membantu pemasaran usaha.
"Usai mengikuti pelatihan, para peserta juga mendapatkan bantuan bumbu yang diharapkan dapat menunjang pengembangan usaha mereka," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Deni Yulio Wicaksono (38)
mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut. Terlebih, saat ini bersama saudaranya sedang menjalankan usaha kuliner dari rumah dengan sejumlah produk berbahan baku ayam.
"Kalau usaha di rumah itu juga membuat produk olahan, seperti dimsum, gyoza dan produk olahan lainnya dengan bahan baku ayam khususnya," kata Deni.
Ia menyampaikan, pelatihan yang diadakan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.
"Sudah tentu ilmu yang diperoleh ini dapat membantu menambah varian menu sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan usaha," tandasnya.
"Pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi saya karena bisa menambah pengetahuan dan modal untuk berwirausaha," tandasnya.