Senin, 26 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 107
(Foto: Nurito)
Sebanyak 10 pasangan dari keluarga prasejahtera mengikuti program nikah massal yang digelar Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pondok Bambu di Masjid Al Hidayah, RW 09, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
"Sangat baik dan terpuji"
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengapresiasi inisiatif LMK Pondok Bambu yang menginisiasi program nikah massal untuk membantu warga prasejahtera mendapatkan pelayanan pernikahan secara resmi.
Menurutnya, kegiatan sosial tersebut sudah menjadi budaya positif di Pondok Bambu yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Ini suatu yang sangat baik dan terpuji. Karena ini juga suatu ibadah untuk persiapan berkeluarga," ujarnya, Senin (26/10).
Ia berharap, seluruh pasangan yang mengikuti program nikah massal tersebut dapat membangun keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah serta dikaruniai keturunan yang baik dan menjadi generasi emas pada masa mendatang.
Kusmanto menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran panitia yang sudah melakukan proses seleksi secara ketat terhadap calon peserta.
"Seleksi ini penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki niat tidak baik," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Forum LMK Kelurahan Pondok Bambu, Muhammad Idris memaparkan, program nikah massal merupakan pengembangan kegiatan sosial yang sebelumnya sudah dilaksanakan, seperti khitanan massal.
"Kali ini kami meningkatkan pelayanan sosial dengan menyelenggarakan program pernikahan gratis bagi keluarga prasejahtera. Pendaftaran dibuka sejak Januari lalu dan yang mendaftar ada 37 pasangan. Namun, setelah diverifikasi hanya 10 yang lulus seleksi," ucapnya.
Sementara itu, salah satu pasangan peserta nikah massal, Firza Dimas Aji Pangestu (30) dan Rini Septiani (27), mengaku sangat senang dapat mengikuti program tersebut karena membantu untuk melangsungkan pernikahan secara resmi tanpa mengeluarkan biaya.
"Proses pendaftaran hingga pengurusan administrasi berjalan mudah karena mendapat pendampingan dari panitia," tandasnya.