Kamis, 22 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 71
(Foto: Anita Karyati)
Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Utara meluncurkan program pelatihan kolaboratif bertajuk Creative Financing di Gedung MCC–Depo LRT Jakarta, Jalan Raya Kelapa Nias, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading.
"Meningkatkan keterampilan"
Program ini menjadi terobosan untuk memperluas akses pelatihan kerja gratis melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan lembaga nirlaba. Selain membekali peserta dengan keterampilan teknis, program ini juga memberikan sertifikasi kompetensi dan membuka peluang penempatan kerja bagi para lulusan.
Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) DKI Jakarta serta para mitra BUMD, serta lembaga nirlaba yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, kolaborasi pembiayaan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.
"Pelatihan ini gratis dan memberikan kesempatan bagi warga untuk meningkatkan keterampilan. Manfaatkan peluang ini dengan sungguh-sungguh sebagai bekal meningkatkan taraf hidup dan daya saing," ujarnya, Kamis (22/10).
Syaefuloh menambahkan, program Creative Financing ditargetkan membuka 16 kelas dengan kapasitas total 320 peserta sepanjang 2026.
"Program ini juga direncanakan berlanjut hingga tahun 2027," terangnya.
Kepala Dinas Nakertransgi Provinsi DKI Jakarta, Syaripudin menuturkan, program ini tidak hanya memberikan pembekalan keterampilan dan uji kompetensi, tetapi juga membuka peluang penempatan kerja bagi lulusan yang telah mengantongi sertifikat keahlian.
"Kami berharap seluruh peserta dapat lulus uji kompetensi dan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga peluang mereka untuk bekerja semakin terbuka," ungkapnya.
Kepala PPKD Jakarta Utara, Rusli Abidin menambahkan Creative Financing merupakan inovasi pembiayaan pelatihan kerja melalui kolaborasi dengan BUMD dan lembaga nirlaba.
"Melalui skema tersebut, pelaksanaan pelatihan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," bebernya.
Pada peluncuran program kali ini, lanjut Rusli, sebanyak 140 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam empat kejuruan, yakni Teknik Listrik Industri, Bahasa Inggris, Hospitality atau perhotelan, serta Data Management Staff.
"Pelaksanaan pelatihan melibatkan sejumlah mitra. PT LRT Jakarta mendukung kejuruan Teknik Listrik Industri, PT PAL Jaya untuk Bahasa Inggris, PT Pembangunan Jaya Ancol untuk Hospitality, serta Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) untuk Data Management Staff," ucapnya.
Rusli memaparkan, pelatihan dilaksanakan di PPKD Jakarta Utara dengan durasi 360 jam pelajaran atau setara sekitar 40 hari pelatihan intensif. Setelah itu, peserta mengikuti uji kompetensi selama dua hari untuk memperoleh sertifikasi sesuai standar yang berlaku.
"Lulusan nantinya berpeluang bekerja di unit usaha BUMD DKI Jakarta maupun melalui jejaring mitra industri Yayasan GNI, sesuai kompetensi dan kebutuhan tenaga kerja," imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan Teknik Listrik Industri, Thoriq (25) mengaku baru kali pertama mengikuti pelatihan di PPKD Jakarta Utara.
"Saya ingin menambah ilmu dan keterampilan di bidang kelistrikan karena peluang kerjanya cukup terbuka. Harapannya, setelah pelatihan ini saya bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan," tandasnya.