Kamis, 22 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 142
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi Badan Pangan Nasional bersama Kementerian Pertanian RI dan Perum Bulog disambut antusias warga Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Program ini sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga bahan pangan.
"Sangat meringankan beban warga"
Salah seorang warga RW 06, Kelurahan Bukit Duri, Entin mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Sebab, selisih harga bahan pangan yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah cukup signifikan dibandingkan harga di pasaran sehingga dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
"Saya bersyukur dan mengapresiasi program tersebut. Sebab, program ini sangat meringankan beban warga yang saat ini banyak mengalami kesulitan ekonomi, terutama karena perbedaan harga yang cukup jauh jika dibandingkan dengan harga di pasaran," ujarnya, Kamis (22/10).
Entin berharap, kegiatan pangan murah dapat dilaksanakan secara rutin dengan harga yang tetap terjangkau karena sangat dirasakan manfaatnya untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga.
"Kalau bisa rutin dan harganya juga sama seperti sekarang. Contohnya, Minyakita yang dijual dengan harga Rp15.000. Itu saya borong, beli empat untuk stok di rumah," terangnya.
Sementara itu, Lurah Bukit Duri Muhammad Ngasri menuturkan, dalam kegiatan tersebut warga setempat menerima alokasi bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 100 paket beras dengan berat masing-masing lima kilogram.
"Bantuan beras tersebut disalurkan secara khusus kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, yakni lanjut usia (Lansia), penderita Tuberkulosis (TB), serta yatim piatu," ungkapnya.
Menurutnya, selain bantuan beras, pemerintah juga mendistribusikan 800 kupon belanja senilai Rp15.000 kepada para kader lingkungan di wilayah Kelurahan Bukit Duri.
"Alhamdulillah, tingkat antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Bagi warga yang tidak mendapatkan kupon, mereka tetap dapat mengakses kegiatan pasar murah tersebut hingga siang ini," bebernya.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau, Ngasri menginginkan, Gerakan Pangan Murah dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu upaya membantu warga menghadapi tekanan ekonomi.
Ia menyampaikan, pihaknya sudah berdiskusi dengan sejumlah unsur terkait mengenai kemungkinan pelaksanaan kegiatan serupa secara berkala. Dalam diskusi tersebut, pihak Bulog DKI Jakarta menawarkan agar Gerakan Pangan Murah dapat digelar minimal setiap tiga minggu sekali atau setidaknya satu bulan sekali.
"Tadi kami berdiskusi bersama unsur terkait. Pihak Bulog DKI Jakarta juga menawarkan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, minimal tiga minggu sekali atau setidaknya sebulan sekali," imbuhnya.
Ngasri mengimbau warga agar memanfaatkan setiap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
"Setiap momen yang dirasa meringankan beban warga, kami selalu informasikan secara menyeluruh, baik melalui pengurus lingkungan maupun spanduk-spanduk di lingkungan," tandasnya.