Senin, 08 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 136
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Bazar pangan murah di halaman Kantor Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendapat sambutan antusias dari warga. Kegiatan yang menghadirkan berbagai produk pangan dengan harga terjangkau ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Harganya jauh lebih murah"
Salah seorang warga RT 01/012 Kelurahan Pondok Pinang, Yosi mengaku sangat terbantu dengan adanya bazar pangan murah tersebut. Sebab, harga produk yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pusat perbelanjaan maupun pasar lainnya.
"Produk yang dijual di sini masih sangat segar, seperti daging, nugget, dan lainnya. Produk favorit saya adalah ikan salmon karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di tempat lain," ujarnya, Senin (8/6).
Yosi menjelaskan, ketersediaan stok ikan salmon masih terbatas sehingga sering kali cepat habis. Ia berharap jumlah stok dapat ditambah karena banyak warga yang berminat membeli produk tersebut.
Selain harga yang terjangkau, lanjut Yosi, lokasi penyelenggaraan bazar juga dinilai strategis karena dekat dengan permukiman warga sehingga memudahkan masyarakat untuk berbelanja tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
"Kami berharap frekuensi kegiatan ini dapat ditingkatkan menjadi tiga hingga empat kali dalam sebulan. Saat ini kegiatan baru dilaksanakan satu kali, padahal antusiasme warga, khususnya ibu-ibu, sangat tinggi untuk membeli berbagai produk pangan yang tersedia," terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Pondok Pinang, Hani Purwanti menjelaskan, program pangan murah bertujuan mendekatkan akses kebutuhan pangan kepada masyarakat sehingga warga tidak perlu bepergian jauh untuk memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Hani menuturkan, dalam kegiatan yang diselenggarakan Perumda Dharma Jaya tersebut, tersedia berbagai komoditas pangan seperti daging sapi, daging ayam, ikan, hingga produk olahan dengan harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 79.000.
"Masyarakat sangat menantikan kegiatan ini karena harga komoditas yang ditawarkan lebih ekonomis dibandingkan harga di supermarket, minimarket, maupun pasar tradisional," ucapnya.
Ia menginginkan, kegiatan pangan murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang mudah dijangkau warga.
"Kami juga menampung aspirasi warga agar frekuensi kegiatan ini ditingkatkan, terutama pada awal dan akhir bulan ketika kebutuhan belanja rumah tangga biasanya meningkat. Sehingga, warga dapat membeli kebutuhan pangan dalam jumlah yang cukup untuk persediaan di rumah," tandasnya.