Selasa, 20 Oktober 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 283
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura, Selasa (20/10), menyambangi Kelurahan Taman Sari, Taman Sari, Jakarta Barat, untuk mempelajari layanan dan sukses story Pos Bantuan Hukum (Posbankum) kelurahan.
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Iin Muthmainah mengatakan, delegasi dari Kedubes Singapura datang didampingi jajaran dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum DKI Jakarta dan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN).
Secara prinsip tidak apple to apple antara Taman Sari dengan mereka. Tapi secara tata kelola, tentu di sana tidak sampai ke RT dan RW, sehingga Itu yang menarik buat mereka,
"Mereka datang untuk melihat langsung implementasi layanan di Posbankum Kelurahan Taman Sari," kata Iin.
Dilanjutkan Iin, mereka menilai fungsi RT dan RW menjadi jembatan komunikasi yang lebih efektif. Sehingga mediasi yang menjadi salah satu fungsi dari Posbankum ini berjalan dengan baik.
Dijelaskan Iin, Posbankum memiliki empat fingsi penting, yaitu konsultasi dan informasi hukum, bantuan hukum dan advokasi, mediasi atau perdamaian di luar pengadilan, serta rujukan advokat.
"Keberadaan Posbankum amat penting untuk menjaga kondusifitas masyarakat. Menyelesaikan permasalahan sebelum menjadi persoalan hukum melalui proses mediasi," tuturnya.
Menurut Iin, kerja sama kedua belah pihak ke depan bisa berkembang ke berbagai aspek seperti mewujudkan tertib hukum, kota ramah anak, ramah perempuan, kota ramah kelompok rentan, menurunkan kasus kekerasan perempuan dan anak.
"Kami akan mengembangkan lebih lanjut agar kerja sama ini bisa lebih diperluas untuk mewujudkan Jakarta Kota global," tukasnya.
Second Secretary Embassy of Singapore, Esther Lee menyatakan, meski secara struktur sosial antara Kelurahan Taman Sari dengan Singapura berbeda, namun dari kunjungan ini pihaknya mendapat pembelajaran dan refrensi tentang layanan hukum yan bisa langsung diakses dengan mudah oleh masyarakat.
"Jadi cara kita mendekati bantuan hukum cukup berbeda. Saya akan mengatakan bagaimana kita mendekatinya pastinya lebih terpusat," imbuhnya.
Sementara, Lurah Taman Sari, Abdul Malik Raharusun menjelaskan, secara umum wilayahnya merupakan kawasan permukiman, pariwisata, pertokoan dan bisnis.
Secara latar belakang sosial juga, menurut Abdul Malik, masyarakat di Taman Sari sangat heterogen dengan berbagai suku dan etnis yang rentan memicu konflik dan persoalan hukum.
"Keberadaan Posbankum yang saat ini telah memiliki paralegal dan tokoh masyarakat sebagai pendukung, efektif mengatasi kerawanan konflik sehingga tidak menjadi permasalahan hukum," tandasnya.