Selasa, 20 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 247
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara memperkuat kerukunan umat beragama melalui kegiatan Peningkatan Kerukunan Umat Beragama di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota setempat. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan toleransi sekaligus mengantisipasi potensi konflik sosial di tengah keberagaman masyarakat.
"Memelihara keharmonisan"
Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Jakarta Utara, Muhammad Andri mengapresiasi peran tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah.
"Kolaborasi berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam memelihara keharmonisan di Jakarta Utara yang memiliki karakter sebagai kota pelabuhan dengan masyarakat yang heterogen," ujarnya, Selasa (201/10).
Ia mengatakan, keberagaman tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan, terutama di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi memicu disinformasi dan perselisihan di masyarakat.
"Tokoh agama perlu terus membimbing umat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang memicu perpecahan. Masyarakat juga harus membiasakan tabayun atau memverifikasi informasi sebelum memercayai dan menyebarkannya," imbuhnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Utara, KH Sodikin Maksudi menyatakan kesiapan untuk terus mendorong moderasi beragama hingga tingkat masyarakat.
Ia berharap, forum silaturahmi lintas agama dapat menjadi ruang komunikasi yang efektif sekaligus sarana deteksi dini untuk mencegah potensi kerawanan sosial.
"Harmoni harus dirawat melalui dialog yang berkelanjutan. FKUB bersama pemuka lintas agama berkomitmen menjaga kerukunan warga dan berkolaborasi dengan jajaran aparatur," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, Reza Phahlevi menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti 100 peserta dari berbagai unsur, meliputi FKUB, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), majelis lintas agama, Tim Terpadu Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), serta perwakilan pengurus rukun warga (RW).
"Dalam kegiatan ini kami menghadirkan Verga Sari dari Kementerian Agama RI dan perwakilan FKUB Jakarta Utara sebagai narasumber," terangnya.
Reza menambahkan, pembinaan tersebut menjadi sarana komunikasi dan evaluasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat kerukunan sebagai landasan pembangunan kota.
"Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, kegiatan ini diharapkan memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat sehingga kerukunan tetap terjaga dan pembangunan kota berjalan lancar," tandasnya.