Sabtu, 17 Oktober 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 184
(Foto: Nugroho Sejati)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengimbau masyarakat agar tidak panik menyikapi memburuknya kualitas udara di Jakarta.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah mengatasi kondisi ini serta untuk menjaga kesehatan warga.
"kita enggak boleh panik,"
"Yang pasti, kita enggak boleh panik. Ini situasi memang alam sedang seperti ini," ujar Rano, di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (17/10).
Salah satu upaya yang telah disiapkan yakni pengoperasian water mist untuk membersihkan polusi udara di sejumlah wilayah.
"Usaha kita Jakarta mungkin bukan hanya ini, tapi mesti dilakukan lagi. Water mist, itu salah satu juga, bukan satu-satunya. Salah satunya untuk mengendalikan di beberapa wilayah," jelasnya.
Selain itu, Wagub Rano juga mengimbau masyarakat agar mengenakan masker saat beraktivitas di area terbuka. Penggunaan masker diperlukan agar masyarakat tidak terkena gangguan pernapasan, sekaligus mencegah paparan penyakit influenza.
"Masker barangkali memang harus, karena ya sekarang bukan hanya asap, juga mungkin di beberapa tempat sudah terjadi yang disebut flu," kata Rano.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terutama rumah sakit dan puskemas untuk meningkatkan kesiagaannya.
Seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta diminta untuk memberikan pelayanan maksimal kepada warga yang terdampak dan mengalami gangguan pernapasan.
Jakarta sendiri memiliki fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri dari 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas kecamatan, dan 292 puskesmas pembantu. Selain itu, Jakarta juga memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk memantau kondisi kualitas udara ibu kota.