Sabtu, 17 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 303
(Foto: Anita Karyati)
Komunitas Teman Jiwa resmi diluncurkan melalui kegiatan bertajuk "Magnificent Journey" di Gedung Caping Gunung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Mengusung moto Teman untuk Semua, komunitas ini hadir sebagai ruang aman bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk berbagi cerita serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental.
Peluncuran tersebut dirangkai dengan pengukuhan pengurus Teman Jiwa periode 2026-2030 dan gelar wicara interaktif yang menghadirkan praktisi psikologi, figur publik, serta perwakilan pemerintah.
"Memperhatikan kesehatan jiwa"
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Dody Taruna Dwiputra mengapresiasi kehadiran Teman Jiwa yang dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan anak.
Menurutnya, pembangunan generasi muda tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental. Untuk itu, diperlukan dukungan keluarga, lingkungan yang positif, serta akses terhadap layanan profesional.
"Pembangunan generasi muda tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan jiwa dan raganya," ujarnya, Sabtu (17/10).
Dody menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan konsultasi psikologis gratis melalui platform PUSPA yang dapat diakses melalui situs puspa.jakarta.go.id.
"Layanan yang beroperasi pada Senin hingga Jumat tersebut mencakup konsultasi anak dan keluarga, pranikah dan pernikahan, serta pencegahan dan penanganan masalah terkait narkotika," terangnya
Ia berharap, kehadiran Teman Jiwa dapat memperluas edukasi dan pendampingan kesehatan mental, sekaligus mendorong generasi muda agar lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial.
"Kehadiran Teman Jiwa diharapkan memperluas edukasi dan pendampingan kesehatan mental serta mendorong generasi muda lebih bijak menyaring informasi di media sosial," ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani turut mengapresiasi pembentukan Teman Jiwa yang menjangkau berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga mahasiswa.
Ia menuturkan, komunitas tersebut memiliki peran penting dalam mendorong keberanian untuk berbicara dan mencegah perundungan yang dapat berdampak terhadap kondisi psikologis korban.
"Setiap orang berhak didengarkan. Kita tidak akan mengetahui persoalan yang dihadapi seseorang jika ia tidak memiliki ruang untuk berbicara," ucapnya.
Rany menekankan pentingnya pendampingan orang tua dalam menghadapi derasnya arus informasi digital. Edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak, menurutnya, perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif orang dewasa dalam membimbing anak.
"Peran aktif orang tua dan orang dewasa di sekitarnya menjadi penyaring utama informasi yang diterima anak," imbuhnya.
Ketua Dewan Pembina Teman Jiwa, Aldi Dwi Prastianto memaparkan, komunitas tersebut dibentuk untuk menyediakan ruang aman bagi masyarakat yang membutuhkan tempat bercerita, termasuk mereka yang mengalami keresahan batin maupun trauma akibat kekerasan di ruang publik.
"Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam menunjang produktivitas masyarakat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi Jakarta menuju kota global," bebernya.
Aldi menyebut, keresahan yang tidak tersalurkan berpotensi berkontribusi terhadap munculnya persoalan sosial. Untuk itu, ia berharap kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, kementerian terkait, dan kepolisian dapat terus diperkuat.
"Keresahan yang tidak tersalurkan dapat berkontribusi terhadap munculnya persoalan sosial. Karena itu, kami berharap sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta, kementerian terkait, dan kepolisian dapat terus diperkuat," tuturnya.
Ketua Komunitas Teman Jiwa, Fachrul Rozi menyampaikan, Magnificent Journey menjadi langkah awal untuk merangkul berbagai kalangan sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Teman Jiwa mengajak pelajar dan mahasiswa untuk membangun kepedulian serta menciptakan lingkungan yang terbuka dan mendukung setiap orang dalam menyampaikan perasaan maupun pengalaman mereka.
"Pengukuhan ini juga menjadi bentuk komitmen kami untuk menjalankan amanah dan terus mendampingi masyarakat," tandasnya.