Minggu, 11 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 318
(Foto: Anita Karyati)
Bioskop Keliling Jakarta Culture Cinema (JCC) memberikan hiburan tersendiri bagi warga dan wisatawan di kawasan Pantai Jembatan Cinta, Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah apresiasi film karya sineas lokal serta mendorong pengembangan potensi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.
"Berkarya serta meningkatkan kesejahteraan"
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengapresiasi penyelenggaraan JCC yang digelar Dinas Kebudayaan DKI Jakarta bersama Yayasan Kampung Sinema Budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memperluas ruang kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan potensi seni dan perfilman.
Terlebih, Kepulauan Seribu memiliki kekayaan budaya, kearifan lokal, tradisi masyarakat pesisir, serta keindahan alam yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya berbagai karya kreatif.
"Melalui kegiatan ini, saya berharap semakin banyak generasi muda Kepulauan Seribu yang tertarik mengembangkan potensi di bidang seni, perfilman, fotografi, dan konten digital," ujarnya, Minggu (11/10).
Fadjar berharap, Kepulauan Seribu tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga berkembang menjadi ruang tumbuhnya kreativitas dan kegiatan budaya yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
"Kegiatan ini memerlukan kolaborasi lintas sektor untuk membuka ruang bagi generasi muda dalam berkarya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Seribu," terangnya.
Pembina Yayasan Kampung Sinema Budaya, Ucu Jamilah menjelaskan, JCC merupakan bagian dari rangkaian Lomba Kampung Sinema yang menjangkau lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Program tersebut mendorong masyarakat untuk memproduksi film pendek secara mandiri. Karya-karya yang dihasilkan kemudian ditayangkan melalui tur bioskop keliling di berbagai wilayah Jakarta.
"Pemajuan kebudayaan harus tumbuh dari masyarakat melalui kolaborasi. Pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga perlu memperkuat kebudayaan," ungkapnya.
Ucu menambahkan, bioskop keliling juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi keluarga dan anak-anak, sekaligus menghadirkan alternatif kegiatan positif di luar penggunaan gawai.
"Kami berkomitmen melanjutkan dan mengembangkan program kebudayaan berbasis komunitas secara berkesinambungan," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Pulau Tidung, Dewa Kusuma (25) menyambut positif kegiatan tersebut. Sebab, kehadiran bioskop keliling menjadi hiburan alternatif bagi warga sekaligus menambah daya tarik kawasan wisata Pantai Jembatan Cinta pada malam hari.
"Semoga kegiatan seperti ini dapat kembali digelar sehingga warga dan wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas yang menghibur sekaligus mengenalkan budaya lokal," tandasnya.