Sabtu, 10 Oktober 2026 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 206
(Foto: Nurito)
Sebanyak 1.100 atlet dari 15 provinsi di Indonesia, mengikuti kejuaraan Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (10/10). Event ini digelar untuk menjaring arlet silat berprestasi.
Pembina Event Sobat GAS Pencak Silat Championship, Suhadi Rizki Hardianto, atau yang akrab disapa Gus Ahmad Suhadi, mengatakan, kejuaraan ini tidak hanya menjadi wadah bagi peserta untuk meraih prestasi. Namun juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM serta pelestarian budaya.
Mendukung anak-anak dapat jalur prestasi dalam non akademik
“Filosofi Sobat GAS adalah bersama bermanfaat. Insyaallah, kejuaraan pencak silat ini akan kami adakan setiap tahun dengan berbagai inovasi" katanya.
Menurutnya, kegiatan ini untuk menjaring atlet usia dini atau bibit unggul berprestasi. Selain juga untuk melestarikan budaya bangsa.
Para peserta merupakan atlet dari provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogjakarta, Papua, Banten, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, Sumatra Selatan, dan Riau.
Para pemenang, kata Gus Ahmad, akan mendapatkan hadiah berupa piala, medali, sertifikat dan sejumlah uang pembinaan.
"Event akan dikurasikan PUSPRESNAS yang dapat mendukung anak-anak mendapatkan jalur prestasi dalam non akademik,"tambahnya.
Ketua Panitia Sobat GAS Pencak Silat Championship 2026, Mayor CKE Suwita menambahkan, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tapi juga warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai karakter dan perlu dilestarikan generasi muda.
"Melalui pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan, diharapkan anak-anak dan remaja dapat menyalurkan minat serta bakatnya ke arah yang positif," ucapnya.
Selain membangun kemampuan fisik, pencak silat juga dapat menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan semangat berprestasi.
Kejuaraan ini diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), SMP, SMA hingga mahasiswa. Kategori pertandingan meliputi tanding, tunggal, ganda, dan regu.
Wakil Sekretaris Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI Jakarta, Nuha Nurhasanah, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan ini, guna meningkatkan kualitas pembinaan atlet, khususnya di DKI Jakarta.
"Kegiatan ini sejalan dengan upaya pengembangan pencak silat menuju Olimpiade (road to Olympic)," imbuhnya.
Sementara, Tasya (14) atlet silat dari Madrasah Tsanawiyah Yaspina, mengaku sempat merasa gugup menjelang pertandingan, meski sudah beberapa kali mengikuti kejuaraan pencak silat seperti ini.
Sobat GAS Pencak Silat Championship kali ini, menjadi kejuaraan keempat yang diikuti Tasya, setelah sebelumnya berhasil meraih empat medali.
"Semoga saya bisa jadi juara dan mendapatkan medali emas kembali," harapnya.