Kamis, 08 Oktober 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 140
(Foto: Andri Widiyanto)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendukung rencana Pemprov DKI Jakarta membangun saringan sampah di 11 sungai Jakarta. Namun, program tersebut perlu terintegrasi dengan penanganan sampah di wilayah hulu.
Dikatakan Yuke, saringan sampah terbukti membantu menahan sampah yang terbawa aliran sungai. Ia mencontohkan fasilitas yang telah dibangun sebagai proyek percontohan di kawasan TB Simatupang.
"Kalau bisa semua ya bagus,"
"Kalau memang dibuat seperti yang sekarang, itu sudah sangat berdampak untuk menghalau atau menyaring sampah-sampah yang menuju ke Pintu Air Manggarai," ujar Yuke, Kamis (8/10).
Menurut dia, penanganan sampah sungai tidak cukup dilakukan di wilayah ibu kota lantaran sejumlah sungai berhulu di daerah penyangga seperti Bogor dan Depok. Sehingga diperlukan koordinasi lintas wilayah agar penanganan sampah dan risiko banjir dilakukan secara terpadu.
"Yang terpenting adalah daerah-daerah sekitarnya yang dialiri oleh sungai tersebut. Misalnya Ciliwung, itu kan dari Depok, dari Bogor lewat Ciliwung," katanya.
Yuke menyebut, Komisi D belum membahas secara khusus rencana pembangunan 11 saringan sampah tersebut. Pemprov DKI, sambung dia, perlu terlebih dahulu menyusun kajian mengenai sungai prioritas, kebutuhan anggaran, skema pembiayaan, serta potensi pengurangan volume sampah.
"Kalau bisa serentak semua ya bagus, tapi kalau tidak kan harus dipilah mana yang paling krusial untuk dipasangi saringan sampah agar membantu menahan sampah yang lari ke laut," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa Komisi D mendukung program tersebut. Meski demikian, Yuke menekankan, penganggarannya tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan pelayanan masyarakat lainnya.
"Kami menunggu kajian dan perencanaan yang lebih detail dari Pemprov DKI Jakarta, sehingga nanti bisa kita bahas lebih mendalam," tandas Yuke.