Jumat, 23 Januari 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 347
(Foto: Istimewa)
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus memperkuat pengurangan risiko banjir melalui penanganan sampah di badan air secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
"Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala,"
Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum memasuki aliran sungai di wilayah Jakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, peningkatan intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu dan menyebabkan penyumbatan sungai maupun saluran air. Untuk itu, SSTBS dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam menahan sampah agar tidak memperparah kondisi banjir di Jakarta.
“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu, dan jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar,” ujarnya, Jumat (23/1).
Menurutnya, penanganan ini menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan sampah badan air sejak titik perbatasan kota. Dengan demikian, penanganan sampah pada musim hujan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan, selain mengoperasikan SSTBS, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir.
Upaya tersebut diperkuat dengan optimalisasi 29 unit saringan sampah otomatis, serta dukungan sarana pendukung berupa kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portable.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kami juga menyiagakan 1.790 Pasukan Orange. Asep mengungkapkan, Pasukan Orange UPS BA Dinas LH DKI Jakarta juga melakukan penanganan dan pengangkutan sampah di rumah pompa DSDA serta membantu evakuasi warga korban banjir.
“Personel juga didukung sarana dan prasarana berupa 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portable, serta ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu, dan plastik sampah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berkomitmen melakukan penanganan sampah secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir. Di sisi lain, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam menekan risiko banjir.
“Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan sekaligus bersama-sama mengurangi risiko banjir di Jakarta,” tandasnya.