Selasa, 06 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 169
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pihak Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan menata lahan kosong di Jalan Haji Radin, RT 02/04, menjadi kawasan ketahanan pangan produktif.
"Sangat membantu warga"
Lurah Petukangan Utara, Ahmad Hasan Husaini mengatakan, melalui Penataan Kawasan Unggulan Triwulan III, lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi yang sebelumnya terbengkalai dan kerap menjadi lokasi pembuangan serta pembakaran sampah liar kini dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan perikanan warga.
"Penataan kawasan tersebut mengusung tema peningkatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan milik warga yang sebelumnya tidak digunakan dengan baik," ujarnya, Selasa (6/10).
Hasan menjelaskan, untuk mengubah kondisi tersebut, pihak kelurahan berkolaborasi dengan pemilik lahan dan warga setempat membentuk Kelompok Tani Karya Hijau. Penataan dan pembangunan fasilitas pendukung di lokasi tersebut kini sudah rampung seluruhnya.
"Kita kerjakan selama 2,5 bulan, sehingga manfaatnya sudah bisa dirasakan langsung oleh warga. Di sini sudah dilengkapi kolam gizi, fasilitas komposting, lubang biopori untuk pengolahan sampah organik, serta saung multifungsi," terangnya.
Hasan menuturkan, saung multifungsi tersebut nantinya digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan, di antaranya pertemuan kelompok tani, latihan seni bela diri beksi, hingga tempat belajar bagi anak-anak yang dibina warga setempat.
Ia berharap, kawasan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pertanian perkotaan atau urban farming, sekaligus pengelolaan sampah.
"Hasil dari budi daya ikan dan pertanian ini nantinya juga disalurkan untuk membantu penanganan anak stunting," bebernya.
Sementara itu, Ketua RW 04, Kelurahan Petukangan Utara, Khairudin mengapresiasi jajaran kelurahan serta seluruh pihak yang terlibat dalam penataan kawasan tersebut.
"Kehadiran area ketahanan pangan ini sangat membantu warga RT 02 dan RT 10 di lingkungan RW 04. Warga bisa belajar bertani bersama dan memetik hasilnya seperti terung, cabai, dan sayuran lain untuk kebutuhan pangan harian," ucapnya.
Ia memaparkan, sebagian hasil panen dari kawasan tersebut rencananya dijual kepada warga sekitar. Hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung biaya operasional lingkungan, seperti pembayaran listrik.
"Sedangkan sisanya disalurkan langsung guna mendukung pemenuhan gizi masyarakat setempat," tandasnya.