Jumat, 02 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 274
(Foto: Nurito)
Penataan kawasan unggulan triwulan III di Jalan Kemang Timur XI, RT 12/03, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan rampung 100 persen dengan mengusung konsep edukasi lingkungan.
"Terlihat indah serta nyaman"
Lurah Bangka, Firdaus Aulawy Rois mengatakan, penataan dilakukan melalui berbagai upaya, salah satunya pembuatan mural yang membuat kawasan tersebut lebih menarik.
"Dulunya kawasan ini merupakan tempat parkir liar dan kumuh. Kini kami tata menjadi lebih bersih dan dipercantik mural terlihat indah serta nyaman," ujarnya, Jumat (2/10).
Firdaus menjelaskan, kawasan yang ditata memiliki luas sekitar 400 meter persegi dengan mengusung konsep kampung warna-warni dan edukasi lingkungan. Penataan juga dilengkapi taman vertikal serta fasilitas tempat pemilahan sampah.
Menurutnya, penataan tersebut bertujuan membuat setiap sudut lingkungan RT 12 menjadi lebih berwarna sekaligus sarat edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Kawasan ini juga merupakan kawasan yang mengikuti Lomba Benyamin S Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Semuanya kami optimalkan penataannya," terangnya.
Dalam proses pengerjaannya, lanjut Firdaus, Kelurahan Bangka berkolaborasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Selatan.
"Sebanyak 10 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut dikerahkan selama kurang lebih 2,5 bulan pengerjaan penataan kawasan," ungkapnya.
Ia berharap, penataan kawasan tersebut dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, nyaman, serta bebas dari parkir liar.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menyirami tanaman agar kawasan ini selalu bersih dan indah," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 12/03, Kelurahan Bangka, Wiwit Sunarto, mengapresiasi atas perubahan signifikan kawasan yang sebelumnya kumuh dan kerap menjadi langganan genangan air kini berubah menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga.
"Kalau sore hari, anak-anak dan ibu-ibu berkumpul di sini dengan gembira karena sudah disediakan tempat duduk, mural edukasi, taman vertikal, dan tempat pilah sampah," imbuhnya.
Wiwit menginginkan, penataan tersebut tidak hanya mengubah wajah fisik lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir dan perilaku warga dalam menjaga kebersihan.
"Kami berharap warga semakin sadar untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat dan dapat bersama-sama menjaga lingkungan yang sudah ditata ini dengan baik," tandasnya.