Selasa, 29 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 244
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Penataan Kawasan Unggulan Triwulan III di Jalan Menteng Pulo II, RT 01/12, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan rampung dikerjakan. Penataan dilakukan dengan mengubah taman yang sebelumnya kurang terawat menjadi ruang terbuka yang lebih asri, bermanfaat, dan menarik.
"Mari kita bersama-sama menjaga"
Lurah Menteng Dalam, Yayah Muliah mengatakan, proses penataan kawasan tersebut berlangsung selama lebih dari dua bulan. Pengerjaan melibatkan delapan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang dibagi menjadi dua regu.
"Dulu lokasi ini adalah lahan taman yang kurang terawat, istilahnya taman mati. Kemudian kami ubah menjadi penataan kawasan yang cukup indah dan cantik," ujarnya, Selasa (29/9).
Yayah menjelaskan, penataan kawasan tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adhimix dan PT Pioneer dalam penyediaan material, serta dukungan dari warga setempat.
"Kami mengapresiasi PT Adhimix, PT Pioneer, serta pengurus RT, RW 12, dan seluruh warga yang ikut membantu pelaksanaan penataan kawasan ini," ucapnya.
Menurutnya, untuk menambah estetika, taman seluas 15 meter persegi tersebut ditanami berbagai jenis tanaman hias, seperti aglonema, puring, tanduk rusa, sri rejeki, lili paris, pohon dolar, sirih gading, araia hijau, dan bambu Jepang.
"Kita juga buat bangunan dari relief batang-batang pohon. Sehingga, tentunya akan menarik minat para pengguna jalan untuk melihatnya," terangnya.
Yayah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil penataan yang telah dilakukan pemerintah dengan tidak melakukan vandalisme maupun membuang sampah sembarangan.
"Saya berharap dan mengimbau seluruh warga di sini agar tetap menjaga penataan kawasan yang sudah dibuat. Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungannya," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Cahyono mengapresiasi pembuatan kembali taman di lokasi tersebut. Sebelum ditata, kawasan itu kerap digunakan warga untuk membuang sampah.
"Walaupun tidak terlalu besar, taman yang baru ini sangat unik. Orang lewat pun pasti akan melirik atau sekadar melihat dari dekat," tandasnya.