Senin, 28 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 128
(Foto: Nurito)
Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur berhasil mencatat omzet penjualan mencapai Rp191,8 juta.
"Diikuti oleh 94 Jakpreneur"
Bazar yang berlangsung 26-27 September tersebut diikuti 94 pelaku usaha Jakpreneur dalam rangka memeriahkan Green Tourism Festival 2026 yang diadakan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Timur.
Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Timur, Yayang Kustiawan mengatakan, kegiatan bazar berlangsung mulai pukul 07.00-22.00 WIB dengan mengusung tema "Satu Aksi Nyata, Hijaukan Wisata Kota".
"Dalam dua hari kemarin, bazar yang diikuti oleh 94 Jakpreneur itu omzetnya mencapai Rp191,8 juta," ujarnya, Senin (28/9).
Yayang menjelaskan, total omzet tersebut merupakan hasil rekapitulasi laporan dari sejumlah OPD terkait, yakni Sudin Parekraf, Sudin Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur.
"Dari Jakpreneur binaan Sudin Parekraf Jakarta Timur, total omzet selama dua hari tercatat Rp9.267.000," terangnya.
Sementara itu, Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi menuturkan, kontribusi omzet dari Jakpreneur binaannya mencapai Rp94.293.000. Rinciannya, Rp44.971.000 pada hari pertama dan Rp49.322.000 pada hari kedua.
"Bazar diikuti anggota Jakpreneur dari 10 kecamatan. Termasuk juga kelompok tani dan sejumlah Jakpreneur binaan dari sejumlah unit yang ada," ungkapnya.
Menurutnya, beragam produk ditawarkan dalam bazar tersebut, mulai dari kuliner, fesyen hingga kerajinan tangan. Dari seluruh peserta, Warisan Resep Mbok Kinul menjadi pelaku usaha dengan omzet tertinggi, yakni Rp15.814.000.
"Selanjutnya, Musake Dimsum dengan omzet Rp8.532.000 dan Es Coklat Stasiun Jalur Bahagia sebesar Rp7.669.000," bebernya.
Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menyebut Pasar Tumbuh yang menjadi bagian dari kegiatan bazar juga mencatat omzet cukup besar.
Selama dua hari pelaksanaan, omzet penjualan Pasar Tumbuh mencapai Rp88.221.000. Rinciannya, Rp45.812.000 pada hari pertama dan Rp42.409.000 pada hari kedua.
"Melalui bazar seperti ini, kami ingin membantu memasarkan produk kelompok tani maupun Jakpreneur binaan kami. Tentunya ini dapat menggairahkan perekonomian Jakarta," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM, pemilik brand Warisan Resep Mbok Kinul, Wiwin Tri Wijayanti, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pemerintah Kota Jakarta Timur kepada para pelaku usaha untuk memasarkan produknya.
Ia menjual berbagai makanan ringan, di antaranya keripik peyek, keripik pisang, kembang goyang, cheese stick, kacang goreng dan sejumlah produk lainnya.
"Saya berharap sering diadakan event yang ramai seperti ini. Apalagi kalau durasi jualannya panjang sampai malam, biar bisa laku banyak dagangannya," tandasnya.