Kamis, 24 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 153
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian (Saprodi) kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan warga penggiat urban farming di Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
"Mendukung ketahanan pangan"
Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Helena Simarmata mengatakan, bantuan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan kelompok dan lokasi pengembangan urban farming.
Menurutnya, penerima bantuan di antaranya KWT Hijau Daun di Pulau Kelapa Dua dan pengelola RPTRA Arung Palakka di Pulau Kelapa.
"Program ini untuk mengoptimalkan lahan sekaligus meningkatkan aktivitas bercocok tanam dan ketersediaan pangan di lingkungan warga," ujarnya, Kamis (24/9).
Helena menjelaskan, bantuan yang disalurkan meliputi paranet, dua set mesin pompa, dua kemasan pestisida Alika, 10 karung pupuk, dua alat semprot atau misti, dan 20 pot tanaman.
Kemudian, 50 bibit cabai, tiga bibit pakcoy, dua bibit sawi, dua bibit bayam, dua bibit selada, serta benih cabai. Untuk mendukung budi daya hidroponik, diberikan pula 100 netpot, empat lembar kain flanel, empat lembar rockwool, tujuh pasang AB Mix, serta sejumlah bahan media tanam.
"Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperluas urban farming di Kepulauan Seribu. Warga juga dapat mengajukan permohonan sesuai kebutuhan," terangnya.
Helena berharap, seluruh sarana yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal sehingga kegiatan bercocok tanam terus berkembang.
"Kami juga terus memberikan pendampingan kepada mereka agar pemanfaatan lahan produktif dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat di pulau-pulau," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KWT Hijau Daun Pulau Kelapa Dua, Rosada mengapresiasi bantuan yang diberikan Sudin KPKP Kepulauan Seribu.
Ia menyebut, dukungan tersebut dapat menjaga keberlanjutan kegiatan urban farming sekaligus meningkatkan hasil tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan lingkungan sekitar.
"Bantuan ini sangat membantu kami mengembangkan tanaman sayuran dan mendorong anggota KWT semakin aktif bercocok tanam," tandasnya.