Jumat, 12 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 102
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
an yang sebelumnya dikenal kumuh akibat aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di Jalan Bank Raya II, RT 08/07, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan kini bertransformasi menjadi ruang hijau yang mendukung ketahanan pangan warga.
"Lebih rapi, bersih, dan nyaman"
Penataan Kawasan Unggulan Triwulan II yang sudah rampung 100 persen tersebut menghadirkan taman serta kolam gizi yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Lurah Pela Mampang, Teuku Aji Mahbrurry mengatakan, sebelum dilakukan penataan, lokasi tersebut kerap dimanfaatkan sebagai area berjualan dan parkir liar. Sehingga, menimbulkan kesan semrawut dan kurang nyaman.
"Setelah berdiskusi dengan pengurus lingkungan, akhirnya kami memutuskan kawasan ini ditata agar terlihat lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi warga," ujarnya, Jumat (12/6).
Teuku menjelaskan, penataan kawasan dilakukan sejak April 2026 melalui kolaborasi dengan Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
"Kami membuat taman dan kolam gizi dengan luas sekitar 8x1,2 meter persegi," terangnya.
Menurutnya, konsep penataan mengedepankan dua aspek utama, yakni peningkatan kualitas lingkungan dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. Hal tersebut diwujudkan melalui penanaman berbagai jenis tanaman pangan serta pembangunan kolam gizi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi warga.
"Kolam gizi kami bangun di atas saluran air. Namun, posisinya sudah dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu fungsi aliran maupun daya tampung saluran," ungkapnya.
Ia berharap,.seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat hasil penataan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Kami mengajak pengurus lingkungan dan seluruh warga untuk terus merawat kawasan ini. Keberhasilan penataan tidak hanya terletak pada pembangunannya, tetapi juga pada komitmen bersama dalam menjaganya," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Rohidin mengapresiasi perubahan wajah kawasan yang kini terlihat lebih tertata dan asri. Sebelum dilakukan penataan, keberadaan parkir liar sering kali memicu kemacetan dan membuat lingkungan tampak kurang nyaman.
"Sekarang kawasan ini terlihat jauh lebih baik. Selain memperindah lingkungan, hasil panennya nanti juga bisa dimanfaatkan warga, terutama untuk membantu pemenuhan gizi balita. Semoga konsep seperti ini bisa diterapkan di wilayah lain," tandasnya.