Rabu, 23 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 166
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 20 kilogram gabah berhasil dipanen dari budi daya padi menggunakan media galon bekas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Belimbing, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Padi dalam galon"
Camat Pasar Minggu, Guguk Trirahayu mengaku bangga dengan konsistensi dalam mengembangkan inovasi tersebut. Terlebih, inovasi padi dalam galon sebelumnya berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.
"Hari ini kita panen padi. Di sini memang terkenal dengan padi dalam galon yang sudah mengikuti lomba tingkat nasional. Padi dalam galon di perkotaan itu sangat jarang, dan Pasar Minggu kemarin berhasil menanam di lebih dari 4.000 galon," ujarnya, Rabu (23/9).
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan dan penyediaan beras, tetapi juga terintegrasi dengan upaya penanganan stunting serta pengelolaan dan pemilahan sampah.
Keberhasilan tersebut menjadikan Kelurahan Pasar Minggu sebagai proyek percontohan yang menarik minat wilayah lain untuk melakukan studi tiru.
"Keberhasilan yang telah ditorehkan ini menjadikan Kelurahan Pasar Minggu sebagai pilot project atau proyek percontohan yang banyak menarik minat wilayah lain untuk melakukan studi tiru," terangnya.
Lurah Pasar Minggu, Meilita menuturkan, padi yang dipanen kali ini terdiri atas varietas Mentik Wangi dan Sinta Nur yang ditanam pada sekitar 100 pot berbahan galon bekas.
"Hari ini dipanen 20 kilogram gabah. Nanti kita kumulatifkan karena insyaAllah dua pekan lagi kita akan panen jenis varietas Inpari 49. Setelah itu, baru kita bawa ke penggilingan," ungkapnya.
Meilita merinci, saat ini terdapat lebih dari 4.000 tanaman padi dalam galon yang tersebar di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RW. Selain itu, sebanyak 2.000 galon lainnya sedang dikembangkan di STP AUP.
Ia menambahkan, inovasi tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pengolahan sampah dari sumbernya.
Galon bekas yang sebelumnya tidak bernilai dimanfaatkan sebagai media tanam, kemudian dipadukan dengan kompos dari sampah organik komunitas dan tanah setempat.
"Kalau bibit unggul, kami bekerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian. Semua mendukung inovasi kami sehingga kami dapat meraih prestasi yang gemilang di semua tingkatan," bebernya.
Sementara itu, Penggiat Petani Kota Kelurahan Pasar Minggu, Suparno memaparkan, media tanam padi diracik dengan perbandingan 1:1:1, yakni tanah, pupuk kandang atau kompos, dan sekam bakar. Proses pembenihan berlangsung selama 10 hingga 14 hari sebelum bibit dipindahkan ke media galon.
Selain padi konvensional, warga setempat juga mulai mengembangkan sistem mina padi dengan memadukan penanaman padi di atas kolam budi daya ikan lele.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, PKK, Posyandu, dan kelompok tani (Poktan), hasil panen dari RPTRA Belimbing ini tidak hanya diproyeksikan untuk konsumsi mandiri dan penanganan stunting, tetapi juga disiapkan untuk memasok kebutuhan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KMP) demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," tandasnya.