Rabu, 23 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 388
(Foto: Nugroho Sejati)
Proyek MRT Jakarta paket kontrak CP201 yang mengerjakan Stasiun Thamrin dan Monas berhasil mencapai 10 juta jam kerja aman dengan 1.155 hari tanpa lost time injury sejak dimulai pada 15 Juni 2020.
Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan penerapan budaya keselamatan di tengah tingginya aktivitas proyek yang pada 25 Agustus 2026 telah mencapai 94,2 persen.
"Target bersama kita adalah zero fatality dan zero accident,"
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina mengatakan, proyek ini berhasil dilaksanakan dengan semangat komitmen seluruh pihak menjaga keselamatan kerja secara konsisten.
Mewakili PT MRT Jakarta, Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontraktor, konsultan, dan tim konstruksi atas kontribusi serta komitmen yang telah ditunjukkan dalam membangun dan menjaga budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di wilayah kerja CP201.
“Saya berharap kinerja keselamatan yang telah dicapai hingga saat ini, dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan hingga proyek selesai. Target bersama kita adalah zero fatality dan zero accident,” ujarnya, Rabu (23/9).
Weni berharap tim dapat menyelesaikan pekerjaan paket kontrak CP201 dengan selamat, berkualitas baik, dan tepat waktu agar masyarakat Indonesia dapat segera menikmati layanan MRT Jakarta yang aman dan nyaman. Ia menyampaikan, PT MRT Jakarta menargetkan tahap uji coba operasional pada 2027 mendatang.
“Pencapaian ini merupakan bukti konsistensi dalam menjaga budaya K3 dengan efektif serta membangun reputasi dan kepercayaan bisnis. Selain itu, 10 juta jam kerja aman menunjukkan keberhasilan semua pihak dalam menjaga keselamatan para pekerja,” tandasnya.
Contract Package 201 merupakan salah satu paket kontrak dalam pembangunan fase 2A lin utara selatan. Ruang lingkupnya mencakup pembangunan dua stasiun (Thamrin dan Monas) serta terowongan dari Bundaran HI hingga Harmoni. Proyek ini dikerjakan oleh joint venture antara Shimitzu Corporation dan PT Adhi Karya (Persero) atau SAJV.
Stasiun Thamrin memiliki panjang hingga 440 meter dan dibangun di kedalaman hingga 15,8 meter di bawah permukaan tanah. Stasiun ini dilengkapi dengan 8 entre.
Sedangkan Stasiun Monas dibangun dengan panjang sekitar 280 meter di kedalaman sekitar 18,7 meter di bawah permukaan tanah serta dilengkapi dengan 2 entre.
Stasiun Thamrin akan terintegrasi dengan lin timur barat untuk memastikan terwujudnya interkoneksi antarmoda demi kemudahan bermobilitas pelanggan.