Jumat, 18 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 191
(Foto: Nugroho Sejati)
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendukung penggunaan sumber pendanaan alternatif untuk melanjutkan pembangunan LRT Jakarta hingga terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik lainnya.
Dikatakan Yuke, salah satu alternatif pembiayaan yang dapat digunakan adalah obligasi daerah melalui skema pendanaan non-APBD. Ia berharap, pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui Danantara.
"Pemerintah pusat bisa bantu lewat Danantara,"
"Pokoknya pembiayaannya non-APBD. Salah satu harapannya untuk obligasi. Makanya kita berharap banget kalau pemerintah pusat bisa bantu lewat Danantara," ujar Yuke, Jumat (18/9).
Menurut Yuke, kepastian pendanaan diperlukan agar pembangunan jaringan LRT tidak berhenti di satu titik, tetapi dapat terus dilanjutkan hingga terhubung dengan berbagai simpul transportasi. Integrasi antarmoda tersebut diharapkan memudahkan masyarakat berpindah dari satu layanan transportasi ke layanan lainnya.
Ia menyebut, integrasi dapat mencakup LRT, MRT, KRL, Transjakarta, JakLingko, hingga kereta cepat. Konektivitas di kawasan strategis seperti Manggarai dan Dukuh Atas, lanjutnya, akan semakin memperkuat mobilitas masyarakat.
"Kalau itu semua sudah nyambung, enak banget pasti. Pasti juga orang lebih mau naik kereta," katanya.
Yuke optimistis target pengembangan LRT hingga Dukuh Atas pada 2028 dapat terealisasi. Namun, ia menekankan pentingnya kepastian sumber pembiayaan agar pembangunan LRT tidak berhenti hanya sampai Manggarai.
"Kita juga harus optimis. Makanya kita sangat berharap alternatif pembiayaan seperti obligasi bisa disetujui. Itu salah satu alternatif yang bisa menyelesaikan persoalan pembangunan supaya bisa jalan. Karena sayang kalau cuma sampai Manggarai," tuturnya.
Yuke menambahkan, Manggarai memiliki posisi strategis karena menjadi titik pertemuan berbagai jalur kereta api. Jika LRT terintegrasi di kawasan tersebut, konektivitas menuju moda transportasi lain seperti kereta bandara dan MRT akan semakin kuat.
"Hub di Manggarai itu harus. Sekarang Manggarai sudah ke mana-mana jalurnya dari kereta api. Tinggal disambungkan dengan LRT," tandasnya.