Kamis, 17 September 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 135
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, optimistis ajang Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SME Expo (JITEX) 2026 dan Festival Kekayaan intelektual (FKI) yang digelar di Main Stage JITEX, Junior Ballroom JIEXPO Convention Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9) hingga Sabtu (19/9) lusa, bisa memperkuat daya saing ekonomi Jakarta.
Dikatakan Rano, JITEX 2026 yang diramaikan 275 stan dari berbagai sektor ini menjadi ajang pertemuan antar pelaku usaha, investor dan buyer, serta menjadi mitra strategis melalui kegiatan pameran, forum bisnis, serta berbagai pertemuan usaha.
"Jakarta jadi tempat lahir dan bertumbuhnya karya,"
Menurut Rano, capain ekonomi saat ini menjadi modal yang kuat bagi Jakarta untuk terus meningkatkan daya saing.
"Kita ingin memastikan bahwa JITEX tidak berhenti pada pertemuan dan transaksi bisnis, tetapi menjadi penggerak terciptanya peluang baru, explore, kesepakatan bisnis atau deal, kemitraan jangka panjang atau komit, serta pertumbuhan pelaku usaha Jakarta menuju pasar global," ucap Rano, saat membuka secara resmi event JITEX 2026, Kamis (17/9).
Diungkapkan Rano, Jakarta terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang positif. Pada triwulan kedua 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan.
"Sektor perdagangan menjadi salah satu penggerak penting aktivitas ekonomi di Jakarta," ujar Rano.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tetap terjaga ini, menurut Rano, tidak lepas dari berbagai pembangunan dan upaya bersama berbagai pihak.
'Capain ekonomi saat ini menjadi modal yang kuat bagi Jakarta untuk terus meningkatkan daya saing," tegasnya.
Karena itu, Ia menegaskan bahwa pemprov tidak mungkin bisa membanguan Jakarta sendiri dan harus berkolaborasi semua pihak sebagai solusi.
Rano juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang akan dibawa ke pasar global bukan hanya produk dan investasi saja, tapi juga ada karya, kreativitas dan kekayaan intelektual yang dikemas dalam event Festival Kekayaan Intelektual (FKI) Jakarta melengkapi rangkaian JITEX 2026.
Menurut Rano, JITEX dan FKI saling melengkapi. JITEX membuka akses kepada investasi, perdagangan, dan pasar global, sementara FKI membawa karya dan kreativitas ke dalam ekosistem tersebut.
"Kami ingin Jakarta jadi tempat lahir dan bertumbuhnya karya, bertemu pasar serta menjangkau dunia. Sebagai kota global yang berbudaya, Jakarta tidak hanya terbuka terhadap investasi, perdagangan, dan pasar, tetapi juga mampu membawa karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual warganya ke panggung global," tegas Rano.
Sementara, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ni Luh Puspa menambahkan, Jakarta merupakan tujuan kedua perjalanan orang dari luar negeri ke Indonesia, setelah Bali. Kebanyakan, kedatangan ke Jakarta dari luar negeri dengan tujuan leisure, bisnis dan MICE.
Sebab itu, Ia juga optimistis JITEX 2026 yang mengangkat tema "Ignite the Economy" menjadi salah satu representasi upaya untuk menggerakkan perekonomian melalui perdagangan, investasi, pariwisata, pengembangan UMKM, dan juga kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, buyers, bersama masyarakat.
"Jadi saya harap JITEX ini ke depannya bisa terus menjadi platform aktivasi ekonomi yang mempertemukan peluang dengan pelaku usaha, serta mendorong terwujudnya proses yang berkelanjutan mulai dari explore, deal, commit, hingga strive," tandasnya.