Kamis, 03 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 62
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 5.370 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menerima bantuan pangan berupa beras untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
"Kualitas berasnya sangat bagus"
Lurah Sukapura, Mursani mengatakan, distribusi bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah melalui Perum Bulog yang bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Penyaluran berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 September 2026.
"Total bantuan yang disalurkan menyasar 5.370 KK. Hingga saat ini, sebanyak 2.637 KK telah menerima bantuan, sementara sisanya 2.733 KK akan diselesaikan dalam beberapa hari ke depan," ujarnya, Kamis (3/9).
Mursani menjelaskan, pihaknya menargetkan penyaluran kepada 1.250 KK setiap hari. Layanan pengambilan bantuan dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB.
Menurutnya, untuk menghindari penumpukan warga sekaligus memastikan proses distribusi berjalan tertib dan merata, pengambilan bantuan diatur berdasarkan nomor urut pada undangan, bukan berdasarkan wilayah RW seperti mekanisme sebelumnya.
"Bagi warga yang berhalangan hadir sesuai jadwal undangan, masih diperbolehkan mengambil pada hari berikutnya selama masih dalam periode lima hari penyaluran tersebut," terangnya.
Ia menambahkan, setiap penerima manfaat memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras yang dikemas dalam tiga karung, masing-masing seberat 10 kilogram.
Ia memaparkan, pihaknya memberikan prioritas layanan kepada kelompok Lansia, ibu hamil, dan warga yang membawa anak kecil. Petugas disiagakan untuk membantu membawa bantuan hingga ke depan gerbang bagi warga yang termasuk kelompok prioritas tersebut.
"Petugas di lapangan kami siagakan untuk membantu membawakan beras hingga ke depan gerbang bagi warga kelompok prioritas ini," imbuhnya.
Sementara itu, alah seorang penerima manfaat, warga RT 01/05 Kelurahan Sukapura, Ani Suhendra (45) mengaku bersyukur mendapatkan bantuan beras tersebut. Ia tercatat sebagai penerima manfaat dalam kategori desil tiga.
"Kualitas berasnya sangat bagus, tidak pera dan pulen. Kemarin anak saya juga dapat, bahkan sudah dimasak setelah sampai di rumah. Bantuan 30 kilogram ini cukup untuk kebutuhan makan sekitar dua bulan," ucapnya.
Ani menuturkan, bantuan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi keluarganya. Uang yang sebelumnya dialokasikan untuk membeli beras kini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Alhamdulillah, uang belanja yang biasa dipakai beli beras sekarang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya. Tadi saya ditemani anak pakai motor, prosesnya cepat," tandasnya.