Senin, 31 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 186
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purnabakti untuk memanfaatkan peluang usaha di sektor pertanian. Salah satu yang ditawarkan adalah budi daya tanaman porang sebagai bagian dari persiapan kewirausahaan setelah pensiun.
"Pemasarannya sudah tersedia"
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, saat memberikan sosialisasi kepada 20 perwakilan ASN di Kebun Bibit SMK Negeri 63 Jakarta, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa.
Firmanuddin mengatakan, kolaborasi program pelatihan antara Sosial Kutub dan PT Senyum Karya Indonesia penting dilakukan, terutama dalam memastikan jalur pemasaran hasil budi daya. Menurutnya, kepastian pasar menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha pemula di sektor pertanian.
"Salah satu kendala utama dalam bercocok tanam adalah ketidakpastian pasar. Namun, melalui kerja sama ini, jalur pemasarannya sudah tersedia dengan jelas," ujarnya, Senin (31/8).
Firmanuddin menjelaskan, tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan dinilai menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditas pertanian. Pengolahan porang juga disebut efisien karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan.
"Berdasarkan informasi yang diterima, efisiensi pengolahan satu kilogram porang mencapai hampir 99 persen. Hanya bagian kulitnya saja yang tidak terpakai. Budi dayanya pun dapat dilakukan sepanjang tahun jika didukung sistem pengairan yang baik," terangnya.
Ia mengimbau para pegawai yang memiliki lahan produktif maupun tanah di daerah asal agar mulai merencanakan investasi di sektor agrobisnis sejak dini. Persiapan tersebut dinilai penting agar masa purnabakti dapat diisi dengan kegiatan produktif.
"Kami juga ingin pengembangan pola integrasi pertanian dan peternakan diterapkan di lembaga pendidikan swasta maupun negeri, seperti SMK Negeri 63 Jakarta," ungkapnya.
Menurutnya, edukasi mengenai masa pensiun perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk kepada ASN yang masih memiliki masa kerja hingga 10 tahun ke depan.
Persiapan sejak dini diperlukan agar para ASN mampu menghadapi perubahan rutinitas sekaligus menjaga kondisi fisik dan finansial setelah memasuki masa purnabakti.
"Masa purnabakti memerlukan persiapan matang agar transisi berjalan baik. Idealnya, penghasilan saat purnabakti dapat tetap terjaga melalui kegiatan kewirausahaan yang produktif dan berkelanjutan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro memaparkan, pemilihan porang sebagai salah satu komoditas yang diperkenalkan kepada ASN menjelang purnabakti juga berkaitan dengan manfaatnya sebagai bahan pangan alternatif.
Porang dapat dikembangkan sebagai bahan baku pangan pengganti beras dan memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat lanjut usia, terutama dalam membantu mengontrol berat badan dan kadar gula darah.
"Usia rentan sangat membutuhkan asupan yang terbaik. Maka, budi daya porang sangat baik dilakukan saat memasuki masa purnabakti," tandasnya.