Senin, 31 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 156
(Foto: Andri Widiyanto)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencanangkan Gerakan Tanam Serentak Tanaman Pangan Pendamping Beras di Kebun Bibit SMKN 63 Jakarta, Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tanam Serentak ini dilakukan di 559 lokasi di DKI Jakarta.
"Diikuti berbagai elemen masyarakat"
Pencanangan di Kebun Bibit SMKN 63 Jakarta dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta, Hani Pramono bersama Wakil Ketua TP PKK DKI Jakarta, Dewi Rano.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A Sidabalok mengatakan, kegiatan yang mengusung tema "Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras untuk Ketahanan Pangan Keluarga" tersebut digelar sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga di wilayah DKI Jakarta.
"Penanaman diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari para pimpinan wilayah, Aparatur Sipil Negara (ASN), warga Jakarta, kader PKK, kelompok tani, hingga komunitas urban farming di seluruh wilayah DKI Jakarta," ujarnya, Senin (31/8).
Hasudungan menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 1.000 peserta yang tersebar di 559 lokasi tanam di seluruh DKI Jakarta dengan lokasi utama di SMKN 63 Jakarta.
Menurutnya, SMKN 63 Jakarta dipilih sebagai lokasi pencanangan karena merupakan sekolah kejuruan pertanian di Jakarta yang menjadi percontohan Living Laboratory Urban Farming School.
Sekolah tersebut tidak hanya menjadi tempat pembelajaran teori pertanian, tetapi juga menjadi laboratorium nyata bagi pelajar untuk mengembangkan dan menguji model pertanian yang dapat diterapkan di wilayah perkotaan.
"Adapun komoditas yang ditanam dalam gerakan ini ada ubi, sukun, singkong, pisang, porang, jagung, serta berbagai bibit tanaman buah dan tanaman lainnya," terangnya.
Hasudungan berharap, gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pencanangan, tetapi dapat berlanjut menjadi gerakan berkelanjutan di seluruh Provinsi DKI Jakarta. Sehingga, program ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi sekaligus mendukung pembangunan Jakarta yang lebih hijau, sehat, dan berdaya saing global.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme para pimpinan wilayah, ASN, warga, kader PKK, serta komunitas urban farming. Ini bukti tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di Jakarta. Hal ini juga sejalan dengan Instruksi Sekretaris Daerah Nomor 40 Tahun 2026," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin menuturkan, gerakan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengenal sekaligus memanfaatkan sumber pangan yang lebih beragam.
Pemanfaatan lahan di sekitar lingkungan tempat tinggal juga dapat dilakukan agar menjadi lebih produktif. Hal yang tidak kalah penting adalah memperkuat ketahanan pangan keluarga.
"Kami mengajak seluruh kader TP PKK dan masyarakat untuk tidak berhenti pada kegiatan tanam-menanam hari ini saja. Kader PKK berada sangat dekat dengan masyarakat, kami berharap gerakan ini dapat dikawal hingga ke lingkungan warga agar tanaman yang sudah ditanam dapat tumbuh dan memberikan hasil," imbuhnya.
Azizah mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan bergotong royong dalam menyukseskan Gerakan Tanam Serentak tersebut. Ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kebersamaan yang telah dibangun, karena kami percaya bahwa ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan sendiri-sendiri," tandasnya.