Senin, 31 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 159
(Foto: Anita Karyati)
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Utara, Fida Hendra mengajak seluruh stakeholder di Jakarta Utara untuk menggencarkan penanaman pangan pendamping beras.
"Memperkuat ketahanan pangan"
Fida mengatakan, hari ini sudah dilakukan Gerakan Tanam Pangan Pendamping Beras di tingkat Kota Jakarta Utara digelar di 70 lokasi. Kegiatan seremonial dipusatkan di Lovely Garden, Jalan Mandor Iren, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok.
Menurutnya, gerakan tanam tersebut memanfaatkan lahan seluas 6.050,5 meter persegi. Berbagai komoditas pangan pendamping ditanam, di antaranya jagung pulut, singkong, ubi jalar, edamame, pisang, dan labu madu.
"Kami menanam berbagai komoditas pangan pendamping sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga," ujarnya, Senin (31/8).
Fida merinci, sebanyak 15 lokasi tanam hari ini dilakukan di Kecamatan Cilincing, 10 lokasi di Kecamatan Koja, 11 lokasi di Kecamatan Kelapa Gading, 20 lokasi di Kecamatan Tanjung Priok, serta masing-masing tujuh lokasi di Kecamatan Pademangan dan Penjaringan.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara yang sudah memberikan bantuan berupa 1.200 bibit jagung pulut, 1.200 bibit edamame, 600 bibit singkong, dan 600 bibit ubi jalar," terangnya.
Fida memaparkan, Lovely Garden dipilih sebagai pusat kegiatan karena memiliki konsep yang unik. Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan area urban farming, lokasi tersebut juga menjadi taman edukasi sekaligus taman inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
"Di sini, anak-anak disabilitas belajar bercocok tanam untuk melatih kemandirian. Menariknya, hasil panen hari ini juga diolah langsung oleh tangan-tangan kreatif mereka menjadi produk makanan dan minuman," ungkapnya.
Ia menuturkan, keberhasilan program tersebut turut didukung kolaborasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bersama Gereja Salesian Don Bosco Sunter dan PT Pertamina.
Kolaborasi dengan PT Pertamina mencakup pendampingan dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penanaman hingga pelatihan pengolahan hasil panen menjadi produk UMKM bernilai tambah, seperti keripik dan tepung ubi.
"Mari kita manfaatkan lahan yang tersedia untuk menanam berbagai tanaman pangan karena ini merupakan investasi bagi kesehatan kita di masa depan. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Utara, Novy Christine Palit menambahkan, kegiatan tersebut mengacu pada Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 40 Tahun 2024 tentang Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras.
"Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras dan mendorong diversifikasi pangan lokal. Kami ingin memperkenalkan sumber karbohidrat alternatif yang lebih sehat dan berkelanjutan," bebernya.
Novy menyampaikan, gerakan tersebut juga menjadi langkah antisipasi menghadapi ancaman cuaca ekstrem maupun gangguan distribusi pangan. Selain itu, gerakan tanam diharapkan turut membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.
Selain penanaman, kegiatan tersebut juga diisi dengan panen bersama. Hasil panen di Lovely Garden antara lain 35 kilogram pisang, 35 kilogram ubi ungu, 15 kilogram singkong, serta berbagai jenis sayuran, seperti pakcoy, kangkung, bayam Brasil, dan cabai rawit.
"Melalui semangat kebersamaan ini, kami terus memotivasi pegiat urban farming di tingkat RW, PKK, sekolah, hingga tempat ibadah untuk terus berinovasi mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif di Jakarta Utara," tandasnya.