Senin, 31 Agustus 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 221
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di berbagai sektor, terutama pengembangan Information Communication Technology, pengembangan kota, hingga skema pembiayaan kreatif.
Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wali Kota Jambi, Maulana usai penandatanganan MoU di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8).
"Jambi yang sekarang ini sedang berkembang,"
"Secara khusus, kami menawarkan kepada Pemerintah Jambi untuk bisa juga selain kerja sama yang tadi, nanti yang akan ditindaklanjuti oleh PT Siginjai Sakti dengan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo," ujar Pramono.
Pemprov DKI, kata Pramono, sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dalam mengakselerasi pembangunan kota, termasuk dalam hal layanan aduan publik melalui super app Jaki.
"Saya tadi pada saat bilateral menyampaikan kepada Bapak Wali Kota untuk dipersilakan kalau Kota Jambi ingin belajar tentang Jaki," lanjutnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga membuka ruang kolaborasi untuk BUMD di berbagai sektor, seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Dharma Jaya, dan Pembangunan Sarana Jaya.
"Kami membuka diri untuk itu karena kami tahu bahwa Jambi yang sekarang ini sedang berkembang," katanya.
Pramono juga menyoroti soal pemanfaatan pembiayaan kreatif untuk mempercepat pembangunan kota. Ia berharap, skema pembiayaan non-APBD yang diterapkan Pemprov DKI ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
"Saya yakin ini menjadi cara baru untuk pemerintah daerah mempunyai ruang untuk membangun daerahnya masing-masing. Dan kalau creative financing di Jakarta bisa, mudah-mudahan ini juga menjadi role model bagi daerah lain," jelasnya.
Sementara Wali Kota Jambi, Maulana mengapresiasi dukungan Pemprov DKI dalam pembangunan Kota Jambi. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, pembangunan Kota Jakarta berjalan pesat dengan memanfaatkan skema pembiayaan kreatif.
"Kami melihat DKI Jakarta di bawah kepemimpinan beliau banyak sekali kemajuan-kemajuan terutama di bidang creative financing, pembiayaan-pembiayaan tanpa menggunakan APBD," katanya.
Ia juga mengaku ingin belajar dari Pemprov DKI dalam mengelola BUMD agar dapat mengoptimalisasi pendapatan daerah, termasuk kerja sama dengan PAM Jaya dalam mengelola kebutuhan air bersih.
"Ini sebuah kemajuan yang tentu kolaborasi antar daerah ini, terutama kami ibu kota provinsi yang sedang berkembang, harus banyak belajar dengan beliau," lanjut Maulana.
Ia meyakini, kolaborasi di berbagai sektor antarpemerintah daerah ini akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan Kota Jambi.
"Banyak sekali manfaat yang luar biasa. Kami mohon dukungan dan bimbingannya Pak. Kami akan terus ber-PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan bidang-bidang lain yang disarankan Pak Gubernur," tandasnya.