Jumat, 28 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 54
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Selama periode Januari hingga Agustus 2026, jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Tamhut) Jakarta Barat telah menanam 649 pohon pelindung di delapan wilayah kecamatan.
Berbagai jenis pohon pelindung yang ditanam itu seperti Tabebuya Ungu, Tabebuya Pink, Tabebuya Kuning dan Mahoni.
Melalu gerakan Jumat Menanam
Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma menjelaskan, kegiatan menanam rutin dilaksanakan Jumat setiap pekan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, mengatasi pencemaran udara dan penghijauan.
"Sasarannya seperti lahan kosong milik pemprov, taman, jalur hijau dan areal pemakaman. Selain untuk penghijauan, juga untuk menjaga dan memanfaatkan aset milik pemprov," katanya, Jumat (28/8).
Pada hari ini, ungkap Dirja, pihaknya menanam delapan delapan Pohon Tabebuya Ungu di Taman Aneka Elok, Perumahan Kedoya Elok Blok E8, RT 16/04 Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk.
Menurutnya, jumlah ini melengkapi total 60 pohon pelindung yang ditanam selama medio Agustus di Jakarta Barat. Sedangkan sebelumnya, pada Januari 30 pohon, Februari 17, Maret 13, April 127, Mei 171, Juni 100 dan Juli sebanyak 131 pohon yang ditanam.
Selain pohon pelindung, kata Dirja, pihaknya juga melakukan penanaman tanaman hias. Sejak Januari hingga Agustus 2026 ini, pihaknya mencatat telah menanam 189.853 polybag tanaman hias yang terdiri dari tanaman Widelia, Tapak Hijau, Pretty Pink, Hanjuang, Miana dan tanaman Rohelia.
"Totalnya untuk pohon pelindung sudah 649 kami tanam melalu gerakan Jumat Menanam. Ke depan kami akan terus gencarkan penanaman pohon," tukasnya.
Lurah Kedoya Selatan, Anto mengapresiasi dan sangat mendukung kegiatan Jumat Menanam yang dinisiasi Suku Dinas Tamhut Jakarta Barat.
Diakuinya, kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas udara sekaligus mengurangi polusi.
"Setiap bibit yang kita tanam hari ini adalah oksigen dan peneduh bagi anak cucu kita besok.," tandasnya.